Sunday, December 11, 2016

Terpuaskan Oleh Liang Pembantu

Terpuaskan Oleh Liang Pembantu

Kisah Nakal - Hey perkenalkan nama saya Alex, saya adalah Pria berumur 27 tahun, berkulit putih, berwajah sedang dan mempunyai tinggi dan bentuk tubuh standar. Saya akan sedikit bergai cerita sexs saya untuk para pembaca nih.hhe. simak baik-baik yah kawan. Awal mula cerita ini ketika saat itu saya di mutasi oleh perusahaan di daerah Tasik malaya. Saya dimutasi karena saat itu kinerja di tempat kerja saya sebelumnya kurang baik.

Sebenarnya saat itu saya sempat putus asa karena hal itu, ditambah lagi saya harus berpisah dengan pacar yang paling saya cintai. Tapi mau bagaimana lagi itu sudah menjad resikoku. Karena terdesak dengan kebutuhan pada akhirnya saya-pun menerima juga keputusan untuk dimutasi. Sesampainya di Tasik saya ternyata mendapat fasilitas dari perusahaan, yaitu sebuah rumah dinas.
Saya diberikan wewenang untuk memilih rumah dinas saya sesuai selra saya. Pada akhirnya saya mendapatkan rumah kontrakan di daerah pinggiran kota,lumayanlah tipe 36. Dengan fasilitas 2 kamar plus perabotan sudah ada di sana hal itu sudah cukup mebuatku senangdan nyaman. Singkat cerita setelah 1 bulan berlalu saya kuwalahan mengurusi rumah itu.
Maklum sajalah saya-kan laki-laki lagian saya juga bekerja berangkat pagi, dan pulang pada malam hari. Sampai pada akhirnya saat itu pada hari minggu saya pulang ke Bogor untuk bertemu pacar saya, jadinya saat itu rumah dinas saya sangat acak-acakan bahkan kotor sekali.hha. Saat itu saya ngerasa tidak nyaman, pada akhirnya saya memutuskan untuk mencari pembantu untuk mengurus rumah.
Saat itu saya menyempatkan untuk mendatangi salah satu yayasan penyalur asisten rmah tangga di kota Bogor. Sesampainya disana saya memilih 1 orang yang saya pikir bisa bekerja, dan orangnya biasa saja. Akhrinya saya memilih gadis yang masih muda, kira-kira berumur 20 tahun, yang asalnya dari daerah sukabumi. Satu hal kenapa saya memilih dia, karena saat itu dia kelihatan sangat cekatan dan licah ketika praktek.
Sebenarnya sih saya tidak pernah berfikir ngeres atau macam-macam, kalau saya memang berniat macam-macam, saya pasti sudah memilih yang genit dan cantik. Karena pada saat itu ada beberapa pembantu yang genit dan lumayan cantik. Pada akhirnya saya meminta Nisa (nama samaran) untuk menjadi pemabtu saya dan segera diantar ke rumah pada hari sabtu.
Karena saat itu saya pikir hari minggu saya akan pergi dan saya minta Nisa untuk bersihin rumah. Hari sabtu malam orang yayasan datang mengantar Nisa, dan saya lunasi biaya administrasi, lalu jadilah Nisa bekerja di rumah saya. Hari minggu saya tinggal dia di rumah, untuk bersih-bersih dan cuci baju saya yang sudah menggunung. Hari senin pagi saya datang ke rumah,saya seneng banget rumah sudah bersih,rumput-rumput di bersihin depan rumah.
Baju saya-pun sudah pada wangi disetrika sama dia. Karena saya puas,saya kasih dia uang jajan 50 ribu, dia seneng banget, saya bilang itu diluar gaji dan uang makan. Saya kasih dia uang makan karena saya ga pernah makan di rumah,jadi di rumah gak pernah masak. Hari-hari berlalu, saya memang tidak pernah memandang status orang dari pekerjA’aknnya.
Walaupun Nisa adalah pembantu, tapi dia sering cerita tentang pribadi, tentang orang tua di kampung dan lain-lain. Dari situ saya tau bahwa orang tua Nisa telah bercerai, dan Nisa di paksa bekerja untuk menghidupi keluarga, saya juga tahu bahwa Nisa di kampung punya kekasih, dan kekasihnya itu sering telepon tiap hari, Nisa kadang mengeluh juga karena kekasihnya ini sering meminjam uang tetapi tidak di bayar.
Saya sering nasihati dia supaya lebih hati-hati dalam kekasihan, lebih-lebih cowok kayak gitu. Dan dia-pun mengangguk. Kami tiap malam nonton Televisi bareng, terkadang becanda,bahkan ke mall bareng untuk belanja sabun dan sebagainya. Terkadangkalau saya lagi ada duit saya beliin dia baju karena saya tahu bajunya itu2 aja.
Tidak terasa ssudah 3 bulan Nisa kerja di rumah,dan kelihatan dia sangat betah,terlihat dari badan dia yang sekarang menjadi lebih gemuk di banding saat pertama datang. tetapi hal itulah yang mengganggu pikiran saya. Body nya justru membuat saya bergairah, buah dadanya yang dulu kelihatan kecil sekarang ssudah malah kelihatan motok dan padat.
Ditambah lagi pantatnya yang dulu biasa aja sekarang menjadi menarik…haduh…saya pikir bahaya ni. Namun saya buang jauh-jauh perasaanku itu. Secara diam-diam saya suka ngintip dia kalau habis mandi. Terkadang saya juga curi-curi pandangan ke arah pahanya kalau dia lagi memakai baju daster dan duduk sembarangan. Pada suatu hari saya mendapat tugas dari kantor untuk mengurus proyek di kalimantan.
Ketika itu saya-pun harus pergi selama kruang lebih 2 minggu. Saya pergi dan sebelumnya saya sudah berpamitan pada Nisa dan berpesan supaya dia hati-hati menjaga rumah selama saya pergi. Di kalimantan saya selalu sms dia untuk menanyakan kabar,dan saya mulai memberanikan untuk sms yang bernada memancing seperti,
“ Kamu sudah mandi belum Nisa manis? ”, ucapku disms.
Saat itu dia-pun membalas dengan sms,
“ Sudah A’ak sayang ”, balasnya .
Dan saya sempat memancing-mancing dia dengan sms bahwa sebenarnya saya suka sama dia, tetapi takut di tolak karena Nisa sudah punya cowok.Tidak di sangka Nisa membalas dengan sms yang sangat mengagetkan,
“ A’ak kenapa nggak bilang dari dulu, Nisa juga suka banget ma A’ak, tetapi Nisa takut, Nisa-kan cuma pembantu ”, ucap Nisa.
Sudah lama aku menuggu jawaban yang seperti ini, setelah mendapat sms seperti itu saya-pun langsung menelfon dia. Percakapan kami ditelefon-pun mengobrol panjang lebar tentang seringnya saya curi-curi pandang dan lain-lain. Singkat cerita sampai akhirnya saya-pun pulang ke Bogor, saat itu saya langsung menuju rumah.
Nisa menyambut dengan senyuman malu, saya-pun mencubit lengannya karena saya ssudah kangen sekali dengan Nisa. Kemudian saya beranikan mengajak Nisa mengobrol malam itu, kami-pun mengobrol. Namun pada saat kami mengobrol terlihat sekali Nisa sangat kaku dan tidak seperti biasanya, lalu saya-pun bertanya,
“ Kamu kenapa Nis kog kaku begitu sih kayaknya”, tanyaku.
“ Nggak kenapa-napa kog A’ak akunya…hhe … ” jawab Nisa.
Kemudian saya-pun duduk mendekati Nisa, saat itu Lisa terlihat sangat gelisah. Kemudian saya memberanikan diri dengan mendekatkan bibir saya ke bibir Nisa. Saat itu dia sempat sedikit menghindar, tetapi dengan sedikit memaksa pada akhirnya kami-pun berciuman juga. Mulailah saya memainkan lidahku pada bibir Nisa. Saat itu kami bergumul dengan mesra dan hangatnya.
Dengan ditemani hujan bibir kami saling memainkan lidah kami dengan liarnya. Pda malam itu kamipun hanya sekedar Kissing dan berpelukan saja. Saya tipe laki-laki yang tidak ingin terburu-buru untuk melakukan sesuatu dalam segala hal termasuk dalam masalah Sexs. Sebenarnya saya juga bila saya langsung ML pada malam itu, takut jika Nisa akan meminta pertanggunganku kalau sampai dia kenapa-napa.
Pada keesokan harinya, tepatnya sepulang kerja, sesampainya dirumah saya langsung mandi. Seusai mandi saya mengobrol dengan Nisa, Kini Nisa-pun ssudah mulai relaxs seperti dulu lagi. Saat itu Nisa yang sedang menonton Televisi,saya di sebelahnya,yang berbeda adalah sekarang Nisa sudah berani duduk berdekatan dan mulai menempel kepada saya.
Ketika itu saya mulai membuka pembicaran tentang hubungan Nisa dengan kekasihnya yang berada di kampung. Saya bertanya sejauh apa hubungan yang mereka lakukan ketika berpacaran. Nisa-pun mulai bercerita bahwa mereka memang sering berciuman, dan Nisa juga pernah memegang Penis kekasihnya, begitu pula sebaliknya. Dengan berpura-pura cemburu aku-pun pura-pura pergi ke kamar.
Nisa mengejar saya ke kamar..dia minta maaf dan berkata bahwa dia masih Virgin. Sendiri. Saya-pun berkata pada Nisa tidak percaya karena saya belum percaya kalau belum membuktikannya padaku. Saat itu kami-pun sedikit beradu argument dan saya minta pembuktian kalau Nisa memang masih benar-benar Virgin.Tidak kusang saat itu Nisa langsung membuka daster yang di pakainya, dan,
“ Kalau A’ak nggk percaya, Nisa bakal buktikan kalau Nisa memang masih Virgin, nih lihat dan coba aja sendiri Aa’k ” . ucap Nisa sembari menunjukan kewanitaan-nya kearahku yang masih terbalut oleh celana dalamnya.
“ Ja… ja… jangan Nis, aku belum berani untuk bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu pada kamu ”, ucapku agak sedikit takut.
“ Udah Aa’k nggak usah mikirin tanggung jawab, yang penting Nisa akan buktikan kalau memang Nisa masih Virgin ”, ucapnya dengan eaut muka yang serius.
Lalu Nisa-pun mendekati saya hanya dan sekrang dia hanya mengenakan BH dan Celana dalam saja. Gila nih cewek, uca saya dalam hati. Saat itu, seketika kejantanan saya-pun langsung menegang maksimal, laki-laki mana sih yang tahan ketika secara langsung melihat apa yang selama ini diinginkan. Damn… saat itu saya sejenak terdiam karena bingung dengan apa yahg harus saya lakukan.
Ditengah kebingungan saya, saat itu bibir Nisa dengan cepatnya sudah melumat bibir saya begitu saja. Kami-pun mulai berciuman di pinggir tempat tidurku, tangan saya secara spontan mulai bergerilya menuju buah dada Nisa. Setelah posisi tanganku tepat di buah dada Nisa, lalu saya mulai membelai buah dada Nisa. Lalu aku membuka BH yang membungkusnya.
Kemudian saya rebahkan Nisa di ranjang, saat itu Nisa tersenyum. Tanpa banyak kata saya-pun mulai melumat puting susu Nisa, dana tangan saya mulai menjamah paha Nisa yang mulus itu,
“ Oughhhh…. A’k… Ssss… Aghhhhh… ”, desah lirih Nisa.
Lalu tangan saya mulai beranjak menuju selangkangan Nisa. Ketika itu saya bermain di pinggiran kewanitaan Nisa yang masih terbungkus celana. Saat itu psosi saya masih terus menjilati puting susu Nisa yang sudah mulai mengeras itu. Tangan saya yang tadi bermain dipinggiran kewanitaan Nisa, kini saya mencoba membuka celana dalam Nisa
“ Oughhhh… A’k … Eummm… ”, desah lirihnya lagi.
Lalu dengan cepat, saya membuka celana kolor , kaos dan tak lupa saya juga membuka celana dalam yang saya pakai saat itu. Lalu saya kembali melumat bibir Nisa, kini tangan saya mulai memainkan Kewanitaan Nisa,
“ Eughhhhh… A’k… terus… A’k… ughhhh… ”, ucap Nisa mulai menikmati.
Kewanitaan Nisa yang ditumbuhi dengan bulu yang tidak terlalu lebat, saya sibakan dengan jari-jari saya. Mulailah aku memainkan danmengelus clitoris Nisa,
“ Ughhh… Aghhhh… Enak A’k… Oughhhh…. ”, udapnya.
Jari-jari saya mulai bermain pada liang senggama Nisa, disusul dengan mulut saya yang masih menghisap dan menjilati buah dada Nisa.Merasakan permainanku itu tangan Nisa-pun mulai memegang dan mengelus-elus kejantanan saya yang sudah menegang dan sedikit mengeluarkan lendir-lendir kejantanan saya.
“ Ihhh… punya A’ak besar yah, ”, ucap Nisa.
Tanpa menjawab saya-pun hanya tersenyum sambil kembali melumat bibir Nisa dan memainkan jari-jariku pada kewanitaan-nya. Lalu bibir saya mulai berpindah ke buah dada, kemudian turun menjilati perutnya dan pada akhirnya sampailah pada kewanitaan Nisa yangs udah becek. Lalu saya membuka paha Nisa dengan perlahan dan kini posisi saya-pun mulai merunduk.
Lalu saya mulai menyibak kedua belahan kewanitaan Nisa dengan tagan saya, lalu lidah saya mulai bermain di bibir kewanitaan Nisa. So wow Mannn, mantap vagina perawan Nisa itu,
“ Aoww… Ughhh… Sss… Aghhhh ”, desah Nisa.
Nisa mendesah ketika bibir kewanitaannya saya jilati, lidah saya mulai menusuk-nusuk liang kewanitaannya dan sesekali lidah saya bermain di clitoris Nisa.
“ Oughhhhh… A’ak….”, desah Nisa semakin keras.
Kira-kira pada saat itu saya menjilati kewanitaannya Nisa selama 10 menit. Setelah puas, saya-pun kembali melumat buah dada Nisa. Saat itu Putingnya saya jilati melingkar dengan jari saya saat itu bermain kembali pada liang kewanitaan Nisa yang becek oleh ledir senggama-nya. saat itu Nisa terus mendesah
“ Aghhh… Oughhh… A’k, nikmat sekali A’k… Oughhh… Yeah… Aghhh… ughhh… ” Nisa memanggil nama saya dalam desahannya.
Tanpa menunggu-nunggu lagi,saya-pun siapkan Torpedoku yang sudah konak maksimal, lalu saya arahkan torpedoku ke kewanitaan Nisa yang sudah basah itu.Saat itu saya lebarkan pahanya dan saya arahkan tepat pada liang senggama Nisa dan saya tekan dengan perlahan,
” A’a… ouwh… sakit A’k… aduhh… ”, ucap nisa kesakitan.
Nisa sedikit meringis ketika torpedo saya mulai masuk ke kewanitaannya,
Saya tekan sedikit demi sedikit Torpedo saya semakin dalam,
“ A’ak… sakit… ughhhhhhh…. ”, Nisa mendesah sembari menutup matanya.
Saat itu saya keluar masukan secara konstan, sedikit demi sedikit saya tekan agar bisa menemmbus selaput dara Nisa,
“ Ouwgh… A’k… Sss… Aghhh…” desah Nisa semakin keras.
Saya-pun terus berusaha mengenjot kewanitaannya dan
“ Blessssssssss ”
Masuklah semua batang kejantanan saya,
“ Aowwwwww…. Aduhhhhhh… Sakit A’k… Hu… uu… uuu… ”, rintih Nisa kesakitan.
“ Sakit ya sayang ? tahan ya sayang nanti kalau udah biasa juga enak kok… Sss… aghhh… ”, ucapku menenangkan Nisa.
Setelah itu tiba-tiba keluarlah darah dari liang Vaginanya yang menandakan selaput dara-nya telah tertembus oleh kejantananku. Melihat itu saya mulai mengenjot lagi lebih cepat, darah semakin banyak, saya genjot terus liang senggama Nisa
“ A’ak… sakiiiiiit….ouwhhh… Pelan-pelan A’k…”, pinta Nisa mendesah sambil memejamkan matanya.
Sembari terus menggenjot liang senggama Nisa aku mencoba menenangkan Nisa lagi, “ Tahan dulu ya sayang, bentar lagi sakitnya juga hilang ”, ucapku menenangkan Nisa lagi sembari terus menghujani nisa dengan genjotan kejantananku.
Torpedo saya secara terus menerus keluar nasuk di kewanitaan Nisa, sampai-sampai darah Virginnya Nisa tidak keluar lagi. Saya goyangkan kejantanan saya dalam kewanitaannya, kini saya mulai meghujam lebih dalam dan cepat
“ Ughhh… Auw… Sssss… Aghhh… Yaa… Terus A’k, nikmat A’k… Agh… agh… agh… ”, desah nisa mulai melupakan sakitnya tadi.
Kini kewanitaannya semakin licin karena terbanjiri oleh lendir kawin Nisa. Hal itu menandakan Nisa sudah mendapatkan Orgasme-nya dan saya-pun memepercepat genjotan saya
“ Sungguh nikmat sekali Vagina kamu sayang … oughhh… ”, ucapku.
“ Iya A’k, Ughhh… A’ak juga hebat sekali… Sss.. Aghhh…”, ucap Nisa di ikuti dengan desahannya.
Saat itu Nisa mencengkeram pundak saya, dan tangannya mencakar pantat saya. Tempo permainan sexs-kupun kini tambah kupercepat, setelah kira-kira 15 menit aku terus menggenjot Vagina Nisa, tiba-tiba kejantananku merasa berdenyut, dan badanku mulai mengejang,
“ Eughhh… Crottt… Crottt… Crottt… Crottt… Crottt…”,
akhirnya saya-pun orgasme juga, kejantananku menyemburkan lahar panasnya sampai 5 kali semprotan didalam liang senggama Nisa. Sperma yang begitu banyaknya membanjiri Vagina Nisa yang sudah tidak perawa lagi karenaku. Lalu setelah itu Nisa
“ Sekarang A’ak udah percaya-kan kalau Nisa masih Virgin ? ”, ucap Nisa memastikan keperawananya tadi.
“ Iya Nisa sayang, aku percaya sekali sama kamu mulai saat ini… Makasih ya sayang udah kasih aku kenikmatan yang luar biasa ini ”, ucapku girang.
Lalu kamipun tersenyum dan kami-pun saling berpelukan erat. Saat itu permainan sexs kami tidak berhenti begitu disitu saja. Saat itu saya meminta Nisa supaya kencing dulu dan membersihkan kewanitaannya, saya pengen bermain sexs 4 ronde malam ini .hhe. Malam itu kami-pun bermain hingga 4 ronde, dan setelahb selesai 4 ronde kami-pun tekapar lemah tak perdaya dan sampai akhirnya kami tertidur lelap.
Singkat cerita keesokan harinya saya mengajak Nisa ke bidan yang jauh dari rumah saya untuk meminta agar Nisa suntik KB. Nisa-pun mau dengan KB suntik itu, dan kami-pun hingga sat ini masih berhubungan. Satu hal yang membuat saya tidak bisa lepas dari Nisa adalah aroma kewanitaan Nisa sangat wangi tanpa bau anyir dan tak sedap sedikitpun.
Ditambah lagi Nisa juga pandai dalam hal mengkulum kejantananku, padahal dia tergolong baru mengenal sexs yang seperti ini dengan saya, mungki tu semua adalah bawaan dari orok.hhe. Nisa sangat berbeda sekali dengan pacar saya, Vagina pacar saya tidak wangi seperti punya Nisa dan tidak pandai dalam bermain sexs, temasuk dalam mengkulum atau menepong kejantananku.
Saya menjadi jarang pulang ke Bogor, saya malah tiap minggu menghabiskan waktu bermain sex seharian bareng Nisa, semua gaya sudah kami mainkan, bahkan anal sudah kami praktekan. Istimewanya Nisa, dia tidak pernah meminta saya untuk menikahi dia. Karena dia-pun tak mungkin memutuskan hubungan dengan kekasihnya yang berada dikampung yang sudah di jodohkan oleh orang tuanya.
Entah kapan kami terus begini, jujur sungguh nikmat sex bukan karena status, tetapi karena sebuah belahan daging yang berada disela paha para wanita. Hha. Pesan untuk yang suka maen sex ma pembantunya. Saran dari saya adalah,
“ Pembantu juga manusia,yang butuh kasih sayang dan materi”, kata bijak versi saya,hhe.
Oh iya, selain gaji bulanan, saya juga memberi gaji tambahan 1,5 juta/bulan untuk , ditambah lagi saya juga memberika uang jajan 50 ribu/hari utnuk Nisa agar dia bisa merawat kewanitaan yang mantap itu, demi kepentingan kami bersama.

Fiola Calon Model-Ku

Fiola Calon Model-Ku

Kisah Nakal - Kali ini menceritakan pengalaman Cerita Sex dari Seorang Fotografer Profesional yang menyetubuhi Calon modelnya disalah satu hotel Berbintang 5 di Jakarta.

Apa kabar para pembaca Cerita Dewasa Di Situs Butuhhsex.com, semoga kalian sehat Sn sejahtera selalu.hhe. Saya akan menceritakan pengalaman Sex Pribadi saya. Sebut saja namaku Arif ( nama samaran ), Aku adalah seorang fotografer profesional, aku sering memotret Bertemu model-model cantik dan memotret mereka dalam keadaan hot dan seksi, bagiku ini adalah sudah hal yang biasa. Kadang kala beberapa model seksi tersebut rela kusetubuhi demi mencapai ketenaranya mereka selain itu juga untuk memenuhi kepuasan lahiriahku. Kali ini aku akan menceritakan Kisah Sexku dengan model cantik bernama Fiola ( nama samaran ). Aku bertemu dengan Fiola ketika aku meliput pemilihan model di salah satu hotel bintang 5 di Jakarta. Sebagai fotografer yang sudah dikenal di kalangan artis papan atas, membuatku selalu mendapat sambutan setiap aku muncul di berbagai event. Ini mungkin yang membuat model baru seperti Fiola ikut hanyut akan kehadiranku di event itu. Ketika itu datang Fiola menghampiriku,
“ Hey mas boleh kenalan nggak perkenalkan namaku Fiola,”, sapanya dengan senyum manisyang menggiurkan,
“ Ouwh… Boleh boleh kog ”, jawabku kaget karena dia tiba-tiba saja muncul,
“ Kalau ada kesempatan aku mau dong mas jadi model untuk media Mas…hhe ,kalai aja ada kesempatan buwat aku mas …hhe”, ucap tawarnya padaku,
“ Hmmm… kok kamu bisa tahu sih kalau aku fotografer, emang kamu tahu darimana ? ”, kataku memancing Fiola,
“ Ah mas Arif, becandaanya bisa aja sih, siapa sih yang nggak kenal fotografer profesional kayak Mas. Di kalangan model Sexy, nama Mas kan sangat Famous ”, uacap Fiola nampak merayuku,
“ Kamu bisa aja deh Fi, Aku jadi nggak enak hati nih disanjung cewek secantik kamu,hhe. Oke deh Kalau memang kamu kepingin tampil di mediaku,kamu pasti tahu dong syarat utamanya, yang jelas kamu harus tampil sensual, kalau perlu tanpa sehelai benangpun ditubuh kamu…hhe, ” kataku dengan nada memancingmkepada Fiola,
“ Oke siapa takut, yang penting dijamin jadi gadis sampul ya ? Kalau dijamin aku mau deh, tapi foto itu cuma untuk file pribadi mas aja, dan jangan sampai dimuat di media masa atau situs internet ya Mas !!! ”, jawab Fiola dengan tegasnya,
Singkat cerita Setelah sepakat, akhirnya aku janjian pemotretan dengan Fiola di salah satu hotel Bintang 5 dijakarta. Telah kami sepakati pemotretan itu Pada hari Kamis. Ketika itu Fiola datang seorang diri. Mulailah Pemotretan di kolam renang, tentunya sambil ngetes kebenaran omongan Fiola. Ternyata omongan Fiola memang benar bisa dibuktikan, Daipun telah siap dengan mengenakan busana renang seksi dengan warna cerah dan itu semakin membuat Fiola nampak semakin menggairahkan saja, wow banget deh pokoknya,
“ Hey mas, Gimana kostumku ini okey kan ? ”, tanya Fiola padaku,
“ Sok pastilah Fiola gitu, Body kamu benar-benar oke, Aku nggak nyangka cewek secantik kamu punya nyali besar seperti ini ”, pujiku pada Fiola,
“ Kalau demi karier dan masa depanku, resiko apapun bakal aku ambil mas Mas…hhe ” tantang Fiola
“ Wuihh, mantap deh Fi tekadmu… Emang keluarga dan pacarmu mendukung kamu ? ” ucapku mencoba menggali lebih dalam tentang Fiola,
“ Demi karir aku mereka selalu suport aku kog Mas, Karena mereka memang membutuhkan uluran tanganku, Sehingga mereka tidak akan protes sedikitpun dengan langkahku”, jawabnya dengan wajah menunduk dihadapanku,
“ Ouwh gitu ya Fi… aku bisa bantu kamu Fi biar bisa tenar, tapi resikonya karena kamu mesti korban harga diri , initinya siap mental aja deh kamu ”, ucapku menarwan ketenaran padanya,
“ Nggk jadi masalah Mas ubntuku, yang penting Mas bisa mengorbitkanku menjadi model dan pemain sinetron terkenal ”, jawab Fiola dengan sungguh-sungguh,
“ Oke deh kalau gitu, sekarang kita mulai sesi pemotretan untuk sampul mediaku dulu di kolam renang ini, Setelah itu kita sesi pemotretan di room, gimana?”, kataku,
“ Siap bos, laksanakan ” jawab tegas Fiola,
Ketika itu pemotretan berlangsung sampai pukul 05.00, Pemotrtan itu menghabiskan 4 rol film isi 36, dengan berbagai gaya yang sangat menantang. Matahari mulai menghilang dari peredarannya, pemotretan di kolam renangpun aku akhiri dan dilanjutkan di kamar Hotel. Singkat cerita setelah selesai beristirahat dan makan malam, Fiolapun menawariku untuk sesi pemotretan lagi,
“ Mas, foto lagi yuk, aku masih fingin dipotret lagi nih, enaknya pakai baju apa nih Mas ? ” tanya Fiola padaku,
“ Hmmm… ngapain pakai baju, tadi kan udah 4 kostum kamu pakai, cari sensasi lain dong Fi, gimana”, ujarku menggoda,
“ Okey deh Mas, I’m alwayas Ready “ jawabnya,
Tidak kusang godaku tadi disambut serius oleh Fiola, dengan secepat kilat Diapun melucuti busananya. Aku sejenak terpanah melihat kemolekan tubuh Fiola, hampir saja kameraku terjatuh akibat aku terlalu terpanah oleh tubuh putih mulus Fiola yana ada di hadapanku,
“ Mas, kok bengong sih, ayo jadi foto lagi apa nggak !!! ”, ujar Fiola membuyarkan imajinasiku,
“ So… so.. Sori fi, yuk kita mulai !!! ” jawabku dengan tergagap,
Ketika itu suasana pemotretan dikamar hotel terasa semakin seru, karena Fiola adalah tipe model yang menuruti semua perintahku. Sehingga tanpa terasa 3 rol Film telah habis untuk memotretnya. Di saat aku mengarahkan Fiola dengan gaya tidur, secara tidak sengaja tangan Fiola menyentuh kemaluanku yang dari tadi telah menegang keras menantang,
“ Ihhh, apaan nih Mas, Kok kayaknya itu mas keras amat ? ”, tanya Fiola sambil memegang kemaluanku yang kencang sekali,
Akupun agak tergagap menanggapi reaksi sensitif dari Fiola,
“ Hehe, Iya nih nggk tahu kenapa tiba-tiba kemaluanku mengeras begitu saja, Aku jadi nggak konsen nih motretnya, habisnya tubuh kamu indah sekali Fi. Baru kali ini aku melihat tubuh model bagus seperti in i”, rayuku kecilku pada Fiola,
“ Gombal deh mas kamu, aku yakin Mas sering melihat tubuh lebih indah daripada tubuhku,
kalau Mas Bilang tubuhku Indah, aku yakin Mas meledekku deh ”, katanya agak sedikit merajuk,
“ Aku ‘kan mesti motret dulu”, kataku sambil menelan ludah,
“Buktinya Mas dari tadi, diem aja. Nyentuh tubuhku aja nggak, kalau memang tubuhku Indah, dari tadi Mas kan udah menyerangku”, kata Fiola nakal,
Tanpa dikomando lagi, aku menyerang Fiola dengan ganas. Fiolapun memberikan perlawanan lebih ganas. Fiola langsung menncopoti celana dan bajuku,
“ Mas, kalau memang kepingin ngomong aja sih, Jangan ditahan, jadinya nggak baik Mas. Kayak gini, laharnya meleleh di celana, kan mubazir jadinya Mas… hha”, kata Fiola sambil melahap kemaluanku dengan lahapnya.
Tak lama Fiola mengkulum kemaluanku Spermakupun dengan cepatnya keluar dengan kencangnya, karena aku sudah horny dari awal pemotretan siang, Spermakupun tertelan oleh Fiola,
“ A…a.. ahhhh.. Sperma Mas ketelen nih sama aku, asin-asin gimana gitu gitu mas”, kata manjanya setelah menelan spermaku,
Kemudian aku lunglai tak berdaya. Dengan sabar Fiola menyeka seluruh daerah kemaluanku. Seusai menyeka, Fiola mengocok-ngocok kemaluanku dengan nafsunya,
“ Horee… adek mas Arif bangun lagi ”, sambut Fiola sambil menjilati ujung senjataku,
“ Wahhh, Kamu pinter banget ya bisa cepet bangunin Adeku ini…”, ujarku dengan suara parau karena gairah seksku membara lagi,
Sedotan Fiolapun semakin mantap dan lahap, imajinasiku kian melayang. Tanganku kemudian menyambar gunung kembar yang dari tadi belum sempat kuremas-remas. Begitu gunung kembarnya kuremas, Fiolalangsung terpancing.
“ Mas, ciumi payudaraku dong ”, pinta Fiola dengan manjanya,
Dengan Cepat akupun segera melahap payudara Fiola yang kenyal, montok dan meremas-remasnya,
“ Uhhhh… ahhhhh… Enak mas… Sssss…. Ahhhh… Aku nggak tahan lagi mas … ”
Tanpa menjawab akupun menghentikan kulumanku dari payudara Fiola kemudian aku,
“ Fi 69 yuk ah !!! ”, pintaku,
Belum sempat fiola menjawab aku langsung menindih tubuh Fiola sehingga membentuk 69, lalu akupun langsung menciumi liang Vagina Fiola,
“ Sss…ahhh… eum…enak mas … ahhhh… aku nggak tahan lagi nih mas ahhhh… aku keluar mas …. Aaahhhhhh…”, ujar Fiola nampak sudah mendapatkan Orgasmenya,
Kemudian aku membalik badan, sehingga kami saling berhadapan. Fiola langsung tersenyum dan langsung menyambar bibirku, kami pun kemudian berciuman dengan hangat,
“ Mas, buruan tancapkan Keris mas ke Vaginaku, aku pingin tahu seperkasa apa Keris mas ”, kata Fiola menggodaku,
Kemudian kemaluankupin kuarahkan ke liang Vagina yang dari tadi menunggu disodok, biar laharku keluar kian deras,
“ Eughhhhh… Ssss… ahhh… “ teriak Fiola sambil mengigigit bibirnya ketika aku menancapkan Kemaluanku,
Sodokanku pelan-pelan kutekan semakin dalam hingga membuat mulutnya menganga dan memainkan lidahnya. Kemudian aku menyambar lidah Julia, dan goyangan demi goyangan terus kutingkatkan,
“ Mas, genjot yang keras lagi dong, ak.. ku mau kel.. uar lagi”,
Genjotan aku tingkatkan hingga membuat Fiolasampai ke puncak kenikmatan,
“Aduuh.. Akk, Mas! Aku keluar lagi..”, Fiola memang orgasme untuk kedua kalinya, sementara kemaluanku masih mengacung,
“ Ahhh…. Mas belum keluar ya… Ssss… ahhhh… ? ” ujar Fiola,
“ Iya aku belum keluar nih Fi … ahhhh “ jawabku,
Tanpa diminta, Fiola langsung naik dengan posisi duduk diatasku dan mengarahkan Liang Vaginanya ke Penisku Goyangan Fiola kian liar, ketika dia berada di atas perutku. Ini membuat rasa nikmatku kian memuncak dan,
“ Ahhhh… Yah …aku keluar lagi deh Mas ” kata Fiola,
Mendapat reaksi orgasme Fiola, membuatku terpancing dan membalikan tubuh Fiola sehingga posisi fiolapun sekarang berbalik di bawahku. Dengan cepat aku memasukkan kemaluanku lagi yang masih tegang menantang karena belum orgasme,
“ Ahhhh… ohhhh… Mas terus, terus.. Terus Mas.. Yang kenceng pas genjot Vaginaku” ujar Fiola,
Mendapat support dari Fiola akupun meningkatkan kecepatan sodokanku ke Vagina Fiola,
“ Uhhh… Ssss… ahhh… Ohhhh… a… aku mau keluar Fi … sss… ahhhh…”, kataku dengan nada tidak karuan karena merasakan kenikmatan di lubang nikmat Fiola,
Tidak lama setelah aku menambah kecepatan sodokan Kemaluanku, terasa Kemaluanku mulai berdenyut-denyut dan …
“ ahhhhhhhhhhhh…. Crot… Crot… Crot… Crot… “
Keluarlah spermaku untuk yang kedua kalinya yang dari tadi sudah tertahan di dalam batang kemaluanku. Spermaku menyembur dengan kuatnya didalam Vagina Fiola, sehingga membanjiri Vagina Fiola. Terkulai lemaslah aku masih dengan posisi Penisku menancap didalam Vagina Fiola sembari memberi kecupan-kecupan kecil pada Fiola.
Singkat cerita setelah berhubungan Sex kamipun tetidur pulas dengan posisi masih telanjang bulat didampingi dengan lendir-lendir nikmat kami yang masih menempel ditubuh kami. Sungguh luar biasa Fiola Foto Model Hot baru ini. Sejak kejadian malam itu kamipun sering melakukan Hubungan Sex diselah-selah pemotretan Fiola, Dan seminggu kemudian foto Fiola muncul di tabloidku dan menjadi Foto sampul tabloidku. Sekian cerita saya.

Casting Foto Model

Casting Foto Model

Kisah Nyata - Hari ini saya terbangun dari tidurku sekitar jam 7 pagi, kuhirup udara yang masih segar terasa segar karena semalam turun hujan deras. Ketika itu saya mengenakan Tangtop dan Hotpant seihingga tampaklah keindahan tubuhku, didampingi dengan indahnya Pantatku yang masih kencang dan semok. Seperti biasa setelah bangun tidur, saya selalu pergi ke teras rumahku.
Sesampainya diteras rumahku, saya melihat koran langgananku sudah tergeletak di meja teras. Kuraihlah koran pada pagi hari itu, sembari duduk bersantai di kursi, saya membaca koran terbitan hari ini. Sebagai mahasiswi managemen sayatansi saya sangat suka mebaca tentang kondisi ekonomi di IndonesDia. Setelah beberapa halaman sudah kubaca, tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah iklan yang cukup mencolok dikoran itu.
Di koran itu tertulis berita, dicari calon foto model. Syarat dan ketentuan sebagai berikut : usia 18 – 24 tahun, wajah dan penampilan menarik, bertubuh proposional. Tinggi badan minimal 164 cm, berat badan yang ideal dan berstatus singgle. Peserta yang berminat diharapkan langsung datang ke Agency, Jl. Gondangdia, JAKPUS ( Jakarta Pusat ).
Setelah membaca isi berita itu, dalam hati saya mengatakan (saya bisa diterima apa tidak yah ). Setelah sejenak berfikir, nampaknya saya memenuhi syarat-syarat yang diminta. Usia saya baru 19 tahun, Tinggi badanku 169 cm, berat badanku 56 kg. Dengan tubuh deprti ysng saya sebutkan saya juga memiliki ukuran payudara yang di atas rata-rata wanita seusia saya yaitu 34B. Kalau berbica tentang wajah saya sih kata teman-temanku kuliah, wajahku tergolong kategori cantik dan menarik. Tapi menurutku sih mereka terlalu memujiku berlebih-lebihan.
Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melamar, barangkali saja Hoki dan nanti saya bisa jadi foto model. Kemudian saya masuk ke ke kamarku. Pakai pakaian apa yah enaknya ( batinku). Akhirnya saya mengekenakan blus biru muda dan celana panjang jeans biru belel yang cukup ketat yang baru saja beberapa hari yang silam kubeli di salah satu Mall dijakarta. Singkat cerita, akhirnya mobil yang kukendarai telah sampai jalan yang disebut dalam iklan tadi.
“ Mana yah rumah yang disebutkan di iklan ? Nah ini dia ketemu juga, ” ucapku setelah menemukan lokasi itu.
Sesampainya disana, telihat rumahnya yang cukup mewah. Terlihatlah waktu itu di halamannya papan nama yang bertuliskan Agency Photo Studio & Modelling. Nampaknya ini benar tempatnya. Kemudian kuparkirkanlah mobilku di pinggir jalan. Di lokasi itu sudah banyak juga peserta lain yang datang sebelum saya. Lalu masuklah saya ke dalam rumah itu. Astaga, Didalam sudah banyak wanita-wanita cantik disana, mereka pasti juga adalah peserta sepertiku. Sesampainya disana mereka-pun memandangiku.
Saya tidak tahu kenapa mereka memandangiku, mungkin saja mereka terpukau melihat kecantikan wajah dan keindahan tubuh saya. Pandangan mereka-pun tidaka saya perdulikan, go a head pokoknya. Lalu saya me ncari cari tempat duduk yang kosong setelah sebelumnya mendaftarkan diriku di meja pendaftaran. Gila, hampir semua tempat duduk terisi. Nah, itu dia ada satu yang kosong di sebelah seorang cewek yang cantik sekali, keturunan Indo. Wajahnya mirip Angelina Jolie . Kelihatannya Dia seumuran dengan saya.
Sungguh extreme sekali pakain yang dikenakan wanita indo itu. Dia memakai you can see, dan rok jeans diatas lutut yang ketat, sehingga menampakkan belahan payudaranya yang berukuran cukup besar. Dia nampak memandangku dan tersenyum. Melihatnya saya menjadi nervous. Wah, sainganku ini berat sekali nampaknya. Apakah mungkin saya terpilih menjadi foto model di sini ( ucap dala hati saya ). Sampailah pada waktu itu persatu para pelamar dipanggil ke ruang pengetestan, sampai si Indo di sampingku tadi dipanggil juga. Semua pelamar yang sudah ditest keluar lewat pintu lain.
“ Hana dipersilakan masuk !!! ”
Akhirnya nama saya dipanggil juga. Kemudian saya-pun bergegas untuk masuk ke dalam dan disambut oleh seorang laki-laki bertubuh agak gemuk.
“ Kenalkan saya Gilbert, direktur sekaligus pemilik agensi ini, nama kamu tadi siapa? Oh ya saya ingat, nama kamu Hana, nama yang indah, seindah orangnya. Sekarang giliran kamu ditest. Coba kamu berdiri di sana. ”
Saya-pun menurut saja dan menuju tempat yang ditunjuk oleh Gilbert, di bawah lampu sorot yang cukup terang dan di depan sebuah kamera foto.
“ Coba kamu lihat-lihat contoh-contoh foto ini. Pilih lima gaya di antaranya. Saya akan mengetest apakah kamu bisa bergaya. Jangan malu-malu, ayo explore kemampuan kamu !!! ” kata Gilbert sembari memberiku sebuah album foto.
Saya melihat foto-foto didalamnya. Ah ini sih seperti gaya foto model di majalah-majalah! Mudah amat! Lalu saya memilih lima gaya yang menurutku bagus. Setelah itu, jepret sana, jepret sini, lima gaya sudah saya berpose dan dipotret. Tapi Gilbert belum mempersilakan saya keluar ruangan. Dia kelihatannya seperti berpikir sejenak.
“ Nah, sekarang, Han. Coba kamu buka kancing-kancing bagiani atas blus kamu. Nggak usah malu. Biasa-biasa aja lah! ”
Kupikir tak apa-apa lah kali ini. Kubuka beberapa kancing atas blusku sehingga terlihat BRA yang kupakai. Mata Gilbert sekilas berubah saat melihat pangkal payudara saya yang montok. Lalu saya dipotret lagi dengan gaya-gaya yang sensual.
“ Nah, begitu kan yahud. Sekarang coba buka pakaian kamu semuanya. ”
Dalam hatiku berkata ( Wah Ini sih mulai namanya pornografi, sungguh kelewatan ini semua ).
“ Ayolah, jangan malu-malu! ”
Sebenarnya dalam hati saya menolak. Akan tetapi biarlah, karena saya sejak kecil selalu mengidam-idamkan ingin menjadi foto model. Dengan perlahan-lahan kutanggalkan blus dan celana panjangku. Mata Gilbert tanpa berkedip memandangi tubuh mulusku yang hanya ditutupi oleh BRA dan CD ( celana dalam ) sexy saya.
Saya sedikit menggigil kedinginan hanya berpakaDian dalam di ruangan yang ber-AC ini. Namun Gilbert tdk mengindahkannya. Dia malah menyuruhku menanggalkan busana yang masih tersisa di tubuhku. Ah, gila ini! Tapi cueklah, hanya berdua ini! Lalu dengan membelakangi Gilbert, kulepas bra-ku. Kusilangkan tanganku di dada menutupi payudara saya.
“ Han, masak kamu balik badan begitu. Bagaimana saya bisa mengetestmu. ”
Saya membalikkan tubuh menghadap Gilbert. Dia menyuruhku menurunkan tangan yang menutupi payudara saya. Gilbert terpana menyaksikan payudara saya yang montok dan berisi dengan puting susunya yang tinggi menantang berwarna kecoklatan segar, tanpa tertutup oleh sehelai benang pun.
Saya menjadi risih pada pandangan matanya. Gilbert menyuruhku melepas celana dalamku. Dia semakin melotot melihat bagian Vaginaku yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang masih tipis. Sekilas kulihat Penis di balik celana panjangnya menegang.
“ Nah, sekarang kamu diam di situ. Akan aku ukur tubuhmu, apakah memenuhi syarat ”, kata Gilbert sambil mengambil meteran untuk menjahit.
Pertama kali dia mengukur ukuran vital payudara saya. Dia melingkarkan meterannya melalui payudara saya. Dengan sengaja tangan Gilbert menyentil puting susuku sebelah kanan sehingga membuatku meringis kesakitan. Tapi saya diam merengut saja.
“ Kamu beruntung memiliki payudara yang indah seperti ini ”, kata Gilbert sambil mencolek belahan payudara saya.
“ Nah, sudah selesai sekarang. ” Saya merasa lega. Akhirnya selesailah pelecehan seksual yang terpaksa kuterima ini.
“ Jadi saya sudah boleh keluar? ” tanya saya.
“ Weitttss… siapa bilang kamu sudah boleh keluar ?! Nanti dulu, cantik ! ”
Astaga, apa lagi yang dia inginkan dariku ( ucap dalam hatiku).
“ Anggit! ” Gilbert memanggil seseorang.
Seorang wanita cantik keluar dari ruangan lain, telanjang bulat. Ya ampun, ternyata Dia adalah cewek blesteran yang tadi duduk di sampingku di ruang tunggu. Payudaranya yang montok bergantung indah di dadanya, seimbang dengan pinggulnya yang montok pula. Saya bertanya-tanya apa arti dari semua ini.
“ Nah, sekarang coba kamu lihat, Hana. Anggit ini adalah satu-satunya pelamar yang berhasil terpilih. Mengapa? Sebab Dia cocok dengan profil foto model yang saya inginkan untuk proyek kalender telanjang yang akan saya edarkan di luar negeri. Kalo kamu ingin berhasil seperti Anggit, kamu harus berani seperti dia, Han ”, kata Gilbert sambil menunjuk ke arah wanita cantik yang telanjang itu.
Sungguh gila danpornografi sekali (ucap dalam hatiku ). Saya harus dipotret telanjang. Bagaimana pandangan orang-orang terhadapku nanti apabila foto-foto telanjangku sampai dilihat orang-orang banyak?! Tapi kan cuma diedarkan di luar negeri?!
“ Baiklah, tapi kali ini aja ya ”, saya menyanggupinya.
Akhirnya saya dipotret dalam beberapa pose. Pose yang pertama, saya disuruh berbaring tertelentang dengan pose memanjang di atas ranjang, dengan membuka selangkangan saya lebar-lebar, sehingga menampakkan Vaginaku dengan jelas. Pose kedua, saya duduk mengangkang di tepi ranjang sementara Anggit menjilati liang Penisku. Pose ketiga, saya dalam keadaan berdiri, sedangkan Anggit dengan lidahnya yang mahir mempermainkan puting susuku.
Pose keempat, saya masih berdiri, sementara Anggit berdiri di belakangku dan berbuat seolah-oleh kami berdua sedang bersenggama. Anggit berperan sebagai seorang laki-laki yang sedang menghujamkan batang Penisnya ke dalam liang Vagina saya, sedangkan tangannya meremas-remas kedua belah payudara saya yang indah. Dan saya diminta memejamkan mata saya, seakan-akan saya sedang terbuai oleh kenikmatan yang tiada taranya.
Semua itu adalah gaya-gaya yang membangkitkan nafsu birahi bagi kaum laki-laki namun amat memuakkan bagi diriku. Tiba-tiba kurasakan kedua belah payudara saya diremas-remas dengan lebih keras, bahkan lebih kasar. Saya meronta-ronta kesakitan. Saya menoleh ke belakang. Astaga! Ternyata yang di belakangku sudah bukan Anggit lagi, melainkan Gilbert yang sekarang tengah mempermainkan payudara saya dengan seenaknya! Entah Anggit sudah ke mana perginya.
“ Jangan, Pak! Jangan! ” ucap saya sembari berontak.
Tapi semua itu tdk ada hasilnya. Tangan Gilbert lebih kuat mendekapku kencang-kencang sampai saya hampir tdk bisa bernafas.
“ Kamu memang benar-benar cantik, Hana ”, kata Gilbert sambil mencium tengkukku sementara tangannya masih terus merambah kedua bukit yang membusung di payudara saya.
Tiba-tiba dengan kasar, Gilbert mendorongku, sehingga saya jatuh tertelentang di sofa. Melihat tubuh mulusku yang sudah tergeletak pasrah di depannya, nafas Gilbert memburu bagai dikejar setan. Matanya melotot seperti mau meloncat keluar melihat keindahan tubuh di depannya. Kututup payudara saya dengan tanganku, tapi Gilbert menepiskannya. Betapa belahan payudara saya sangat lembut dan merangsang ketika bibir Gilbert mulai menjamahnya. Payudara saya yang putih bersih itu memang menggiurkan. Bibir Gilbert dengan buas menjilat dan melumat bagiani puncak payudara saya, lalu mengisap puting susuku bergantian, sehingga saya menggelinjang kegelian. Nafasku ikut memburu kala tangan Gilbert mulai merayap ke selangkanganku, meraba-raba selangkangan saya dari pangkal sampai lutut. Lalu betisku yang mulus itu.
Saya hampir-hampir tak bisa bernafas lagi ketika bibir Gilbert terus mengisap dan menyedot puting susuku. Saya meronta-ronta. Tapi Gilbert terus mendesak dan melumat puting susuku yang runcing kemerahan itu. Seumur hidupku, belum pernah saya diperlakukan sedemikian lupa oleh lelaki manapun, dan kini saya harus menyerahkan diriku pada Gilbert.
Gilbert mencoba mendorong batang Penisnya masuk ke dalam liang senggama saya yang sempit. Dia sudah tak kuat lagi membendung nafsunya yang memuncak ketika batang Penisnya bergesekan dengan liang Vagina saya yang merah terbuka. Batang Penis Gilbert akhirnya menghujam seluruhnya ke dalam liang kenikmatanku. Saya menjerit ketika liang Vagina saya diterobos oleh batang Penis Gilbert yang tegang dan panjang. Betapa perih ketika Penis itu terus masuk ke dalam liang Vagina saya, yang belum pernah sekalipun merasakan jamahan laki-laki.
Saya mencoba memberontak sekuat tenaga lagi. Tapi apa daya, Gilbert lebih kuat. Lagipula saya sudah lemas, tenagsaya sudah hampir habis. Terpaksa saya hanya dapat menerima dengan pasrah digagahi oleh Gilbert. Dan akhirnya, saya merasa tak kuat lagi. Setelah itu saya tak ingat apa-apa lagi. Saya tak sadarkan diri.
Saat saya siuman, saya menyadari diriku masih tergeletak telanjang bulat di sofa dengan cairan-cairan kenikmatan yang ditembakkan dari batang Penis Gilbert berceceran di sekujur perut dan payudara saya. Sementara kulihat ruangan itu telah kosong. Segera kukenakan pakaianku kembali dan bergegas ke luar ruangan. Kutancap gas mobilku untuk pulang ke rumah dan aku bersumpah tak akan pernah kembali lagi ke tempat terkutuk itu.

Jalan Yang Aku Pilih Untuk Jadi AKtris Besar

Jalan Yang Aku Pilih Untuk Jadi AKtris Besar

Kisah Nyata - Sungguh malang calon artis baru ini, sebut saja namanya Fera. Dengan sangat terpaksa dia harus bersedia disetubuhi oleh beberapa orang crew di sebuah rumah produksi Film ternama di negri kita ini. Sebelum dia bertemu dengan Big Bos rumah produksi dan sebelum diekspos oleh rumah produksi itu, Fera harus bermain di sebuah film pendek, yang katanya untuk film audisi.
Dari rumor yang berkembang, film ini adalah sebuah film semi dewasa yang dibuat untuk koleksi pribadi Bos rumah rumah produksi tersebut. Sesuai perjanjian Fera harus menjalani film audisi, jika dia tidak menjalani Film audisi itu. Fera harus mengganti semua biaya film ditambah dengan 85% dari nilai kontrak yang dipaparkan dikontrak sebelumnya.
Karena Fera seorang calon artis yang baru akan diterbitkan, dia-pun hanya bisa menuruti kemauan rumah produksi film tersebut. Semua ini sudah terlanjur basah maka dari itu Fera-pun meneruskan perjalananya. Ketika itu Fera melangkah menuju ruang ganti kostum. Dia diharuskan mengenakan kostum syuting yang bisa dikatakan extreme sekali.
Dengan bawahan yang mini, kaki indah Fera saat itu pasti akan terlihat jelas sekali, pantatnya yang mungil serta mulus dan kencang itu pasti juga akan terlihat oleh mata para crew rumah produksi itu. Ditambah lagi dia mengenakan baju backless dengan tali yang diikatkan dibelakang leher, ketika adegan film dimulai pasti payudaranya tidaka akan tertutup sempurna oleh kostum syuting itu.
Di adegan film itu pasti banyak gerakan-gerakan yang harus diperankan, maka ketika Fera harus membungkuk pantat dan payudaranya akan terlihat jelas. Tema Film ini menceritakan tentang percintaan. Sampai pada akhirnya Fera keluar dari ruang ganti, ketika itu mata para crew yang berada di ruangan itu memandangi Fera penuh dengan nafsu birahi.
Crew yang berada di ruangan itu kurang lebih ada 19 orang laki-laki, dari mulai tukang sutradara sampai crew pencahayaan, hanya ada 1 wanita diruangan itu, yaitu Fera. Tak lama setelah itu sutradara mulai memanggil pemain aktor pasangan Fera, Aktor tersebut dikenal dengan nama Daniel. Aktor itu adalah salah satu andalan rumah produksi film itu.
Ketika sutradara berteriak action, Daniel-pun mulai memerankan adegan yang saat itu adegannya adalah memeluk Fera. Karena dia aktor andalan maka dia terlihat profesional sekali ketika memerankan adegan itu. Ekspressi Daniel saat itu terlihat perfect sekali, dia memeluk tubuh molek Fera dengan eratnya. Saat itu Fera hanya bisa menuruti semua perintah sutradara sesuai dengan adegan.
Adegan demi adegan-pun terus berlanjut, dalam adegan itu Fera dan Daniel berciuman beberapa kali, bahkan terkadang Daniel mencium bagian atas payudara Fera yang putih mulus itu. Sang sutradara yang saat itu mengamati adgean demi adegan dengan penuh nafsu yang tertahan, dalam fikiranya sebenarnya dia ingin sekali meniduri bintang baru itu ( Fera).
Produser dan pemilik rumah produksi itu tahu apa yang difikirkan sutradara itu, maka dari itu dengan tegas melarang sutradara itu. Walaupun demikian, sutradara itu terus
“ Cut… Cut… Cut…”, teriaknya,
Lalu disambung algi perkataanya,
“ Daniel, kamu ini aktor andalan disini, sebenarnya kamu bisa nggk sih. Memeluk kekasih tu jangan kayak memeluk adik, Fell-nya dipakai dong !!! sini gue tunjukin caranya !!! ” teguran sutradara kepada Daniel.
Kemudian sutradara menghampiri Fera dan memeluknya dengan eratnya. Setelah memeluk sutradara itu menempatkan tangannya untuk meremas pantat kenyal milik Fera. Seiring dengan senyum kepuasan menghiasi wajah sutradara itu, Fera hanya bisa diam saja. Kemudian sutradara mulai memerankan adegan tadi, mulai dari mencium bibir sampai dengan meremas payudara Fera dengan penuh birahi.
“ Begitu caranya, nanti loe bawa dia ke ranjang untuk love scene, jagan lupa nanti fell-nya harus dapet… ngerti kan loe Daniel ?” ucapnya kepada Daniel.
Belum sampai daniel menjawab sutradara itu menimpa perkataanya lagi
“ Oh iya… biar dapet Fell-nya, loe harus rangsang Fera, ngertikan loe maksud Gue? ” ucap sutradara memberi arahan kepada Daniel.
Kemudian adegan dilanjutkan , kini Daniel mulai menciumi Fera denagn penuh nafsu , bahkan dia menyibak pakaian atas Fera dan menciumi payudara Fera , tidak ada protes dari sutradara. Saat akan masuk adegan love scene , Fera mengatakan dia malu kalau harus beradegan seperti itu dihadapan banyak orang, Fera meminta agar orang yang tidak berkepentingan untuk tidak ada di lokasi.
Saat itu sutradara menyetujui usulan Fera, saat itu juga maka sutradara menyuruh orang lain keluar kecuali kameramen dan tukang lampu , sisa crew yang lain keluar dengan serempak. Adegan-pun kembali berlanjut, Fera-pun mulau berbaring di tempat tidur dengan tubuh tertindih Daniel yang berada diatasnya. Daniel-pun mulai menciumi dan meremas payudara Fera.
Kemudian setelah itu Daniel mengangkat rok Fera ke atas, dengan melebarkan kaki Fera dan dengan satu tangan membuka celananya sendiri, Daniel mengeluarkan kejantanannya dan menggosok gosokannya di paha Fera. Saat itu juga Fera protes dengan adegan ini, namun dengan tenang Daniel mengatakan itu arahan dari sutradara.
Fera pun protes pada sutradara, namun sutradara berdalih ini dilakukan agar mendapatkan ekspresi orang yang sedang bercinta dan penuh birahi , dia juga mengatakan pada Fera bahwa yang akan direkam kamera hanya wajahnya saja, demi mendapat eskpresi birahi. Fera sempat menolak adegan ini , namun sutradara kembali mengingatkan akan surat perjanjian dan kontrak kerja.
Dia mengatakan kepada Fera, jika dia tidak megikuti instruksi sutradara, pengorbanan yang dlakukan selama ini akan gagal dan sia-sia. Mendengar ucapan itu Fera-pun tidak bisa bicara apa apa lagi, Dia hanya bisa kembali berbaring di tempat tidur bersiap melanjutkan adegan tadi. Adegan-pun diulang , adegan yang tadi diperankan diulang lagi.
Setelah adegan tadi terlewati, Daniel-pun menurunkan celana dalam Fera dan langsung mengarahkan kejantanannya ke bibir kewanitaan Fera. Fera memandang sutradara tanda dia keberatan dengan adegan ini , namun sutradara hanya mengangguk pelan dan tidak mengatakan apa apa. Fera berpikir bagaimana mungkin adegan seperti ini bisa lulus sensor.
Nampaknya ini semua tidak mungkin, sekalipun yang di rekam hanya bagian atas terutama ekspresi ( Fera baru tahu di kemudian hari apa tujuan shooting film ini).
Daniel kini mulai memompa tubuh Fera, dan Fera-pun sebenarnya mulai terangsang dan menikmati semua ini, dia-pun menggoyangkan pantatnya seirama dengan pompaan Daniel.
Baju Fera kemudian dibuka dan Daniel mulai menyedot-nyedot payudara Fera.
sutradara memerintahkan dua orang untuk melepas pakaian Daniel , hingga kini Daniel dan Fera telanjang bulat di ranjang dan sutradara terus merekam setiap detail adegan percintaan itu. geraman keras Daniel dan semburan di kewanitaan Fera menandakan pria itu sudah Klimaks, dan tidak berapa lama giliran Fera yang Klimaks.
Sutradara pun menutup adegan itu, dan Fera kemudian diberi selamat oleh semua orang yang ada disana, bahwa ia telah menyelesaikn adegan dengan baik.
Fera kemudian pergi ke toilet untuk membersihkan diri , dan ketika kembali ia melihat seorang lelaki muda yang tampan sedang berbicara dengan sutradara, dia adalah produser di rumah produksi ini , namanya Ando atau reza kalo tidak salah.
Sang sutradra ternyata sedang memuji muji Fera dihadapan sang Produser. Kemudian produser itupun kemudian menjajikan akan mengorbitkan Fera menjadi superstar baru indonesia, dia-pun memberikan undangan bagi Fera untuk bertemu dengan beberapa eksekutif rumah produksi ini pada pukul 19.00 malam ini. Singkat cerita tibalah Fera di rumah Ando ( Produser).
Setelah masuk Fera-pun disambut sang sutradara dan membawanya ke dalam , ternyata di dalam sudah ada yang menunggu Fera, Yaitu Radit dan Willy. Meraka adalah pemilik rumah produksi ini, dengan enjoy-nya mereka menunggu Fera sembari menikmati minuman beralkohol. Mereka semua terlihat senang dan gembira ketika melihat kedatangan Fera.
Radit dan Willy-pun menyambut Fera dengan hangat, lalu mereka mempersilahkan Fera duduk dan kemudian mereka membicarakan karir Fera untuk di masa depan.
Setelah beberapa lama , Ando kemudian meminta Fera memakai pakaian yang dipakainya saat shooting tadi, dengan alasan untuk lebih meyakinkan Radit dan Willy.
Ketika itu Fera-pun setuju dan segera masuk ke ruang ganti.
Namun sebelum masuk ke ruang ganti , Ando mengingatkan agar tidak memakai apa apa lagi dibalik pakaian itu. tidak ada waktu untuk menolak, Fera setuju saja demi karirnya. Sesaat setelah Fera masuk dengan pakaian tadi, seluruh pria diruangan itu berdiri dan bertepuk tangan, mengagumi kecantikan dan kemolekan tubuh Fera. Namun demikian Fera merasa risih dengan pakaian ini.
Fera merasa risih terutama pada Ando yang duduk didepannya, pasti dia bisa melihat jelas, dengan putus asa Fera melipat kaki dan terus menarik narik rok pendek itu ke bawah , seolah akan bisa menutupi pahanya.Tugas Fera berikutnya adalah menari dengan pakaian itu. Fera pun mencoba menari dengan musik yang diputar oleh Ando. Tiba-tiba saja saat Fera melakukan gerakan memutar, rok pendeknya terangkat.
Hal itu secara otomatis menampakkan pantat dan kewanitaannya yang tidak tertutup.
Tidak berapa lama Ando-pun ikut bergabung menari dengan Fera , bahkan Ando sempat mencium bibir Fera, hal itu membuat Fera merasa malu. perlahan Ando mengajak Fera ke sofa dan mendudukan Fera di pangkuannya. Ando kembali sibuk mencium bibir Fera.
Dengam tangan kanan yang meremas payudara Fera, tangan kiri Ando-pun mulai bergerak ke arah kewanitaan Fera. ketika Radit, Willy dan sutradara kemudian pergi meninggalkan ruangan, Fera merasa lega, lalu Fera-pun membalas ciuman Ando dengan lebih panas. Pakaian atas Fera dilepas oleh Ando, kini dia leluasa meremasi payudara yang kenyal milik Fera itu.
Ketika itu Fera-pun membalas perlakuan Ando dengan membuka kancing dan sleting celana Ando dan mengeluarkan kejantanan yang sudah menegang itu. Tiba tiba Fera merasa pundaknya di sentuh seseorang, saat menoleh Fera terkejut dan panik melihat ketiga orang tadi telah kembali dan semuanya telanjang bulat. Fera mencoba bangkit namun Ando menahannya.
Sang sutradara yang bernama Melky , kemudian menarik kepala Fera dan dengan kasar mencoba memasukan kejantanannya ke mulut Fera. Saat kejantanan itu masuk ke mulutnya, Fera sedikit tersiksa dan tersedak karena kejantanan itu mencapai tenggorknnya. Ando mengingatkan untuk tidak melawan ataud ia akan mengalami hal yang lebih menyakitkan.
Fera menyerah dan mulai mengulum kejantanan Melky. kemudian Ando berdiri dan melepaskan sisa pakaian yang masih melekat di Fera, dan menyuruh Fera unutk berbaring di karpet. Ando membuka lebar kaki Fera dan kemudian mengarahkan kejantanannya ke kewanitaan Fera, dan mulai memompanya. kejantanan Ando terasa sempit di jepitan kewanitaan Fera.
Radit tidak mau tinggal diam, ia meyuruh Fera membuka mulutnya dan ia pun memasukan kejantanan besarnya ke mulut mungil gadis cantik itu. dua orang yang lain sibuk bermain main dengan payudara Fera, sambil kejantanannya digenggam oleh tangan Fera. Setelah beberapa saat berlalu, mereka berganti posisi, kini giliran Melky yang menindih Fera.
Sekarang Posisi agak sedikit sukar, karena tubuh Melky lumayan gendut. Setelah Radit , giliran Willy yang menindih tubuh Fera dan memompanya dengan kasar.
Sementara Fera sendiri tidak dapat berdiam, mulutnya masih mengulum kejantanan Ando, dan kedua tangannya sibuk mengocok kejantanan Melky dan Radit. Dalam periode itu Fera sudah beberapa kali Klimaks.
Kemudian Ando menyuruh semuanya berhenti sejenak memberi nafas bagi Fera. namun sayang , adegan berikutnya malah lebih menyakitkan bagi Fera, saat kewanitaan Fera ditembus oleh Melky, pantatnya pun tiba tiba berusaha ditembus oleh Ando. Hal itu sangat menyakitkan bagi Fera, dia memohon dan menangis namun tidak di perdulikan.
Anus Fera terasa panas seaakan terbakar, dan ia tidak mampu bertahan lebih lama lagi , dia menangis dan meronta ronta berusaha melepaskan diri. Namun apa daya, kedua orang itu menahan kuat Fera, bahkan saat tangisan Fera makin keras. Melky yanh saat itu menampar pipi Fera, bermaksud agar Fera berhenti menangis. Seakan siksaan Fera belum cukup, Radit malah menyodorkan kejantanannya ke mulut Fera.
Namun hanya sesaat, dia pun menarik kejantanannya kembali. Kini posisi Fera bagai sebuah sandwich, dengan Melky di depan dan Ando dibelakang. Radit berusaha mencari hiburan dengan meremas payudara Fera dan menyuruh Fera untuk mengocok kejantanannya. akhirnya Melky hampir mencapai Klimaks, dia menyuruh Fera membuka mulut dan dia pun menyemburkan air maninya di mulut Fera.
Tidak lama disusul oleh Ando yang juga menyemburkan air maninya di mulut Fera.
Masih belum cukup mereka masih menyuruh Fera mengocok ngocok semua kejantanan pria yang ada disana, dan kemudian menyemburkannya ke seluruh tubuh Fera, dan wajahnya, sehingga Fera bak bermandikan air mani saar itu. Fera akhirnya merasa tenang, karena semuanya sudah terpuaskan.
Fera-pun berbaring di karpet dengan menarik nafas panjang, sayang sekali, ternyata ini bukan akhir dari permainan sexs, karena ternyata Willy mengundang beberapa teman bisnisnya malam itu untuk juga menikmati tubuh bintang baru ini. Melihat ada lagi yang datang, Fera menangis dan memohon , karena ia sudah tidak sanggup lagi.
Tapi percuma saja fera memohon, karena mereka tidak ada yang peduli dengan permohonan ampun Fera. Denga terpaksa, Fera harus melayani nafsu ketujuh pria itu. sekarang malah terlihat seperti pemerkosaan massal, saat Fera hanya satu satunya perempuan yang harus menjadi object seksual. Semalam suntuk, mereka berganti posisi dan gaya , menyetubuhi Fera.
Sampai pada akhirnya mereka semua terpuaskan, Fera tidak bisa bangun dan hanya terbaring lemah di karpet di kelilingi para Bos dunia hiburan. Fera pun jatuh tertidur.
Singkat cerita pada pagi harinya, seluruh tubuh Fera terasa sakit, bahkan dia tidak mampu untuk bangun. Orang orang itu ternyata punya rasa iba juga, mereka membawa Fera ke kamar mandi, memandikannya dan memakaikannya pakaian, lalu mengantar pulang Fera kerumahnya.
Singkat cerita tidak terasa suadah 1 bulan berlalu semenjak kejadian malang yang di alami Fera itu. Pada akhirnya sesuai janji, Fera-pun diorbitkan, dan pada akhirnya Fera menjadi seorang bintang muda berbakat di rumah produksi mengeksposnya secara besar-besaran agar namanya cepat meroket, berbagai gosip dirancang agar namanya tetap beredar di masyarakat.
Namun, di balik layar tetap saja Fera masih harus menjadi budak seks para petinggi rumah produksi itu. Meski-pun mereka tidak lagi memakai Fera secara masal, namun Fera harus selalu menuruti panggilan panggilan mereka sewaktu waktu. Fera sudah melihat contoh para artis yang menolak bekerja sama dengan meraka. Yang menolak pasti akan didera gosip yang tidak mengenakkan, dan tidak lagi dilibatkan dalam produksi, dan yang lebih parahnya lagi, adegan bugil bahkan video seksnya bisa saja beredar di kalangan luas terutama di internet.

Wednesday, December 7, 2016

3 Pasangan Tukar Seks

3 Pasangan Tukar Seks

Kisah Nakal - kali ini menceritakan pengalaman sexs pribadi dari 3 orang remaja yang bertukar pasangan sex di Pangandaran. Dan cerita dewasa ini langsung dikirim di web Butuhsex ini oleh sumber penulisnya para maniak sek. Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.
Sebelum saya menceritakan tentang pengalaman sek saya, perkenalkan dulu nama saya Akbar. Aku adalah seorang mahasiswa di kota bandung, dan akupun tinggal dibandung. Langsung ajalah ke cerita saya. Stres rasanya mengerjakan tugas yang begitu seabrek yang diberikan oleh para dosen di kampusku. Liburan semesterpun akhirnya telah tiba. Tapi apa yang harus aku lakukan gerutuku. Nongkrong di mall sudah bosen, mau wisata di daerah kotaku nggk ada tempat yang asik. Ketika aku melamun memikirkan soal liburan, tiba-tiba pacarku menelepon.
“ Sayang hallo… Yana ngajak liburan tuh ke pantai Pangandaran, ikut yuk yang”
“ Hayuk yang… kebetulan banget aku pingin banget liburan “
Pada saat itu pas banget aku sedang memang ingin liburan. Tanpa pikir panjang aku mengiyakan ajakan teman pacarku ini. Nama pacarku ini bernama Ela. Dia mempunyai tubuh yang sintal agak gemuk tapi meggairahkan. Ukuran payudaranya udah pasti big sizelah sesuai dengan badannya yang gede apalagi kalau dia menggunakan kaos yang ketat. Pasti kalau setiap pria melihat dadanya buru-buru pingin ngejamah deh.Hubunganku dengan Ela bisa dikatakan normal. Ciuman, pegangan tangan dan yang paling jauh paling blow job.
Singkat cerita tibalah hari H keberangkatan kami. Kami berkumpul di depan kampus. Yang datang duluan yaitu Yana dan adiknya Yani beserta pacar masin-masing. Yana dan Yani ini adalah saudara kembar identik. Mereka sangat mirip sekali hingga akupun tidak bisa membedakan kedua orang ini. Aku dan Ela datang paling terakhir.
“ Hai La, kog baru dateng sih ” tanya mereka
“ Hehe… sori ya agak elat dikit, udah siap berangkat?” tanyaku
“ Iya deh gpp, yaudah yuk cuzzz….. “ ujar mereka
Dimulailah keberangkatan kami ke pantai Pangandaran. Selama diperjalanan kami ngobrol segala hal. Mulai dari acara TV, olahraga, masalah kuliah dan yang paling tabu yaitu masalah sex.
“Eh kita nanti disana kamarnya sepasang- sepasang aja ya” kata Ifan pacar Yani. “eeuummmmhhh boleh juga tuh” celetuk Ela sambil melirik kepadaku. Dan Aku hanya tersenyum kecil.
“ Bar, emang lu gak keberatan kalau kita sepasang sekamar?” Zacky nyeletuk.
“ Ngapain keberatan lagian kita kan cuma sekamar, cuma tidur aja pake ribet” jawabku dengan di iringin tawa oleh semua orang yang ada di mobil.
Ditengah perjalanan Yana nampaknya mabok akibat perjalanan ini. Akhirnya kita putuskan untuk beristirahat dulu. Kita berhenti di rest area yang ada di Banjar. Para cewe ke kamar kecil mengantar Yana. Ketika mereka ke toilet, Ifan membisikan sesuatu yang membuatku terkejut.
“ Bar tadi gue sama Zacky udah setuju untuk tuker pasangan disana, gimana lu mau ikutan gak?”. Gue kaget dan hanya tersenyum kecil.
“kita liat aja nanti” jawabku.
Perjalanan pun kami lanjutkan kembali dengan keadaan Yana yang sudah membaik. Selama sisa perjalanan aku jadi membayangkan tubuh ketiga cewe ini, untuk Ela pacarku mungkin aku sudah pernah liat meskipun cuma sekilas waktu di rumahnya. Tapi untuk Yana dan Yani aku begitu penasaran. Uku menafsir untuk ukuran susu mereka pasti dibawah ukuran susu pacarku. Bisa jadi ukuran susu mereka hanya 34B. Walaupun susu lebih kecil dariapada Ela, mereka unggul untuk wajah yang cukup cantik ketimbang Ela.
Pada akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam dari Bandung ke Pangandaran kamipun sampai di Pantai Pangandaran. Kami tidak langsung menuju penginapan tapi kami ke berhenti dulu di pantai Timur pangandaran. Kami pun berfoto disana. Kulihat Zacky ataupun Ifan tak henti-hentinya melirik kea rah susu Ela. Kami pun melanjutkan perjalanan ke penginapan yang sudah Ifan booking sebelumnya. Kami pun sampai di penginapan. Penginapan kami ini berbentuk rumah atau guest house dengan 3 kamar di dalamnya.
“ Kak Akbar tolong bawain tasku dong” pinta Yani.
“Yaelah ada pacar lu masih aja nyuruh pacar gue” celetuk Ela.
Yuni pun hanya tersenyum sambil melirik ke arahku. Kami pun masuk ke kamar masing-masing. Aku dan Ela, Zacky dan Yana serta Ifan dan Yani. Ketika kami mau masuk ke kamar masing-masing,
“Have fun all…..” Ifan berkata, disertai tawa dari kami.
Kami pun segera masuk ke kamar masing-masing dan mengunci kamar. Aku langsung merebahkan diri ke tempat tidur karena badanku sangat capek setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Dan Ela langsung ke kamar mandi. Ketika dia keluar kamar mandi aku terkejut sekaligus terpukau. Ela hanya menggunakan tengtop tanpa BH dan hanya menggunakan handuk dibawahnya.
“Hayooo ngelamunin apa sayang” Celetuknya yang mengagetkanku. “Kamu horny ya liat aku kaya gini hehehe” dia tertawa kecil.
“ Nggak ah, biasa aja” jawabku.
Lalu dia mencari tisu di tasnya dan ternyata tisu itu tertinggal di tasnya Yani.
“ Yang tolong ambilin tisuku dong di Yani” pintanya.
Akupun pergi ke kamar Yani. Dan ketika kau pergi ke kamar Yani, aku melewati kamar yang ditempati oleh Yana dan Zacky. Gila batinku, aku mendengar suara desahan dari kamar mereka yang sangat kjelas terdengar dari luar. Dan yang lebih kaget ketika aku sampe dikamar Yani dan mengetuk pintu kamar, ternyata Yani baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang dililit ke tubuhnya. Tubuhnya begitu putih mulus dan susunya ternyata cukup besar,mungkin karena pake anduk kali ya.
“Eh kak Akbar, ada apa kak?” dia menyapa.
“ Ini Yani, kata Ela tisunya tertinggal di tas kamu”
“oh iya kak sebentar aku ambilin” jawabnya.
Pada waktu dia megambil tisu di tasnya dia jongkok dan tak sengaja kuliat samar- samar mekinya brooo…. Wow mekinya bersih banget, tanpa bulu lagi.
“ Ifan dimana Yan, kok gak ada?”tanyaku
“ Oh dia lagi keluar buat beli rokok kak” jawabnya.
Setelah mengambil tisu, akupun kembali ke kamar, dan ketika aku sampai dikamarku kulihat Ela sedang ganti baju, akupun menyergapnya dari belakang dan langsung memegang susunya yang montok.
“ Ahhhhhhgsssss” Desah Ela.
Diapun berbalik dan langsung mencium bibirku. Kamipun berciuman agak lama hingga akhirnya Yana membuka kamarku dan mengagetkan kami yang sedang asyik berciuman sambil gerepe susu Ela.
“ Laaaaa, gue mau pinjem……..”. belum sempat dia melanjutkan omongannya dia terkejut meluhat kami yang sedang asik.
“ Uppsss sory La ya gue gak tau kalian lagi Asik ….hhe” dan diapun pergi ke luar sambil menutup pintu kamar kami.
Kamipun hanya tertawa melihat tingkah yana saat melihat kami kissing. Kemudian akupun mandi, setelah mandi kami pun langsung pergi jalan-jalan ke pantai barat Pangandaran. Ketika pasangan cewe kam melihat-lihat baju, Zacky dan Ifan menghampiriku dan berkata lagi.
“ Gimana Bar, mau gak nanti malam kita tukar pasangan?” ujar mereka.
“Oke, tapi Ela masih perawan, gimana dengan Yana dan Yanii? Aku gak mau kalau aku dapet yang gak perawan” ujarku.
” Tenang aja bar, Yani masih perawan belum gue apa-apain kok” Celetuk Ifan.
“ Gimana kalau si Yana zack pasti udah gak perawankan, soalnya gue tadi denger desahaan dikamar kalian berdua” tanyaku pada Ifan.
“Yaelah bro, geue tadi hnya BJ aja sama dia saling memuaskan kok, gak lebih” jawab Ifan. “Lagipula kita nanti malam main sama pasangan masing-masing dulu lalu kita tukar pasangan, so perawan pacar masing-masing hanya kita yang nikmati,gimana?” celetuk Zacky.”
“Tapi mereka mau gak ya? “ tanyaku pada mereka.
“ Yani sih awalnya ragu, tapi akhirnya setelah gue bujuk dia akhirnya mau, sekalian rasain gimana sex sama orang lain katanya” kata Ifan.
“Kalau Yana jangan ditanaya, rencana awal liburan kesini tuh emang dia mau ngelepas perawannya buat gue” kata Zacky.
Akhirnya kita pun sepakat bahwa nanti malam akan pesta sek dengan bertukar pasangan. Singkat cerita kami sudah pulang ke penginapan. Aku ajak Ela untuk ngobrol tenteng pesta tukar pasangan tersebut.
“ Gila kamu ya. Masa kamu rela pacarmu diperawanin sama orang lain? Gak mau ah, aku Cuma pingin melepas keperawananku sama kamu” tolakan Ela.
“Bukan diperawani sayang. Yang mau merawani kamu ya aku, nanti uadah kita selesai ngewenya, kamu pindah ke Zacky atau Ifan dan Yana atau Yani pindah ke kamarku lalu ngewe sama aku, gimana yang? Kan kata kamu, kamu ingin liat penis orang selain punyaku ?
Rayuku ke Ela.
“ Emangnya Yana dan Yani mau“ Tanyanya padaku.
“ Coba aja kamu telepon mereka, kira2 Setuju atau nggak sama rencana ini?” jawabku.
Elapun menelepon Yana dan Yani dan ternyata mereka menerima tawaran Ela, asalkan perawannnya buat pacar masing-masing.
Lalu dia menciumku dan mendorongku ke atas tempat tidur. Aku berbaring di atas tempat tidur dan Ela membuka kancing kemejanya satu persatu sambil tatapan matanya yang liar dan penuh nafsu. Dia melemparkan kemejanya lalu dia membuka BH pink nya sambil dia menggodaku. Aku yang sudah konek banget membanting tubuhnya ke tempat tidur dan menyusu. Susu kanan dan kirinya aku jilati
“uhhhhhhhhhh…. sayang enak banget, buka celana aku sayang ” ucapnya,
Lalu kubuka celana jeans nya dan kutarik CD nya yang berwarna hitam. Kulihat memeknya yang sedikit berbulu dan merah merekah.. Aku angkat tangannya dan kujilat keteknya sampai benar-benar basah. Lalu aku turun ke susunya yang gede.
“ ahhhhhhhh…. enak banget sayang, pegang memek aku sayang” celotehnya.
Kemudian akupun mulai memegang memeknya, terrnyata memeknya sudah basah kuyup, dan itu makin membuat naluri sexku semakin membara. kujilatilah memeknya yang merah merekah dan berbulu tipis itu samapai dia kelonjotan tak karuan.
Ketika aku sedang asyik menjilat memek Ela, samar-samar ku dengar orang berteriak
“ Aaahhhhh”. Ya itu suara Zackyi yang kamarnya ada disebelah kamarku. Aku langsung membuka selangkangan Ela dan pandanganku kuarahkan ke memek Ela. Aku liat Ela tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda setuju untuk melepaskan keperawanan nya.
“ Pelan-pelan sayang ya msukinya” celotehnya.
Aku masukan kontolku pelan dan dia menringis kesakitan.
“ Tahan dulu ya sayang, Ntar kalau udah masuk juga pasti enak deh” celotehku agar Ela tenang.
Aku rasakan ada sesuatu yang menghalangi, nampaknya itu selaput dara memek Ela yang masih original.
“ Aghhhhhh…..sayang sakit” keluh Ela.
Elapun meneteskan air mata, lalu aku kecup dan ku teruskan memaju mundurkan pingangku. Lama kelamaan dia mendesah
“ Aaahhh….ahhhh… enak sayang, kontolmu enak, terus sayang” celotehnya.
“ Iya sayang memekmua juga enak” kataku.
20 Menit kemudian dia mendesah agak keras
“ ahhh sayang teruuuuusssss sayang ewe aku terruuuus”, dia mengeluarkan kata-kata jorok. “aaahhhh sayang aku keluaaarrr aahhhh” dia organsme. Dia memejamkan matanya dengan nafas yang tidak teratur.
Lendir kawinya disertai darah perawan mengucur ke sprei ketika aku cabut kontolku dari memeknya.
“Gimana yang udah nggk sakitkan sayang, enakkan sayang” candaku.
“ Hee’emm sayang enaak” jawabnya sambil tersenyum kecil.
Lalu kujilati memeknya yang penuh dengan lendir kawin kenikmatan itu. Ku angkat dia dan ku tunggingkan dia, aku mau doggy style.
“ Ayo sayang masukin lagi kontol kamu, Biar aku kasih kamu kepuasan” kata Ela sambil nungging. Lalu aku masukan kontolku.
“AAhhhh sayangg ini jauh lebih enak dari yang tadi” celoteh Ela.
Tak lama kemudian kontolku kumasukan lagi ke memeknya lagi,
” aaahhh aaahhh sayang tanganmu kesiniin”
Ela membawa tanganku dan menempelkannya di susunya yang gede dan kenyal itu.
“sayang enak, enak banget sayang uh teruuss ewe aku teruuus.”
Kurang lebih sekitar 20 menit aku merasakan pejuhku akan keluar.
“Ahh sayang aku udah nggk kuat mau keluar, kelurain diluar apa didalem sayang” tanyaku. “Di dalam aja sayang muncratin di dalam aja , aku juga mau keluar ini”.
“Ahhhhhhh sayanggggg, aku keluar sayang, Crot crot crot crot … “ keluarlah maniku di dalam memek Ela. Kami pun terkulai lemas sdengan nafas yang sangat berat.
Tak lama kemudian Zacky mengetuk pintu kamarku, sambil bugil aku buka pintu kamarku, dan ternyata diapun bugil. Gilaaa….ternyata diruang Tv Ifan lagi menjilati memek Yana pacar Zacky.
“ Bro lu sma Yani dulu ya, gue sama Ela gantian, mana Si Ela?”.
Ela pun keluar dari kamar sambil bugil dan menghampiri Zacky. Zacky pun langsung memeluk Ela dan sasaran pertamanya yaitu susu Ela yang gede. Aku pun lalu menghampiri Yani yang sudah menungguku di kamarnya. Yani sedang diam sabil matanya sayu menatapku.
“ Mau ngewe sekarang sayang?” tanyanya.
Aku tidak menjawabnya dan ku angkat tubuh polosnya ke ruang TV. Aku baringkan dia di sopa dan ku perhatikan tubuhnya mulai rambut sampai kakinya.
“aku sepong ya Bar kontol kamu” tanya yani kepadaku.
Ahhhh… yanipun lalu menyergap kontolku dan memasukannya kemulutnya yang mungil. “ “ Ahhhh enah yan, geli” ucapku sambil Aku mainkan susunya dan turun kearah memeknya. Lalu kuhentikan sepongann yani dan dia ku dudukan, lalu aku regangkan kedua pahanya.
“ Ahhhhh enak Fan terus genjot memek ku” teriak Yana. Kulihat yana sedang digenjot oleh Ifan sambil berdiri dan dipangku.
“ Sayang cepet jilat memeku ” kata Yani. Tanpa basa basi kujilatilah memeknya. Saat kujilati meme yani keluarlah lendir kawin Yani
“ Uhhhhhhhh….aghssssss…. terus jilatin sayang, jangan berhenti” celoteh yani.
kepalaku di remas oleh Yani. Akupun sudah tak tahan lagi. Kuarahkanlah kontolku ke arah memek Yani.
“Wow kontolmu banget bar, lebih gede dari kontol Ifan ” ucapnya kepadaku .
Lalu kumasukanlah kontolku ke memeknya Yani dan ku genjot sekuat tenaga. Sempit sekali rasanya memeknya, padahal dia suah tidak perawan.
“ Ahhhhhh…uhhhhhh….ahhhhh….enak Bar kontolmu beda banget sama kontol Ifan, terus sayang enak ”. ucap nikmat yani karena kenikmatan dengan kontolku.
Ketika ku genjot Yuni, kulihat Ela sedang menyepong kontol Zacky sambil melirik ke arahku dan mengedipkan mata. Aku yang sedang ngewe sama Yani tambah semangat karenanya. “Oohh aaahh enak memekmu sayang”. Desah yani.
Akupun mengganti posisi, Ku baringkan dia dan aku tidur disebalahnya. Ku angkat kaki kanan nya dan ku lilitkan ke kaki kananku. Dengan posisi ini aku bebas menggenjot memek Yani sambil bisa menikmati susunya.
“sayang kamu perkasa banget, enaaakk teruss sayang” kata Yani.
Kujilati ketek Yuni dan tanganku memainkan payudaranya dengan kontolku menggenjot memeknya. 15 Menit kemudian kami merasa akan keluar
“Yannnn aku mau keluar, aku keluarin dimana” tanyaku pada yani.
“ Keluarin dalem aja sayang…ahhhhhh….kita keluarin bareng yah ??? aku juga mau keluar ini saynang….aahhhh …. Aaahhhh …. ooohhhhh naaaakkk”. Ucap yani
“ Crot…. Crot…. Crot…. Crot….” Keluarlah air mani kami secara bersamaan.
Lalu setelah aku cabut kontolku dari memek Yani dan air mani kamipun meleleh keluar darimemek yani.
“Oh terusss sayang Dalamkan lahi tusukan kontolmu di memek ku” kata Ela.
Kulihat mia sedang doggy stle dengan Zacky.
“ Sayang memekmu peret banget, mantep … uhhhhhh….” kata Zacky. Kulihat tangan Zacky memainkan susu Ela dengan kerasnya. Sejurus kemudian mereka berteriak bersamaan dan terjatuh ke lantai.
Ketika aku sedang menikmati organsmeku dengan Yani, aku terkejut kontolku tibs-tiba sepong Yana pacar Zacky., karena yana sudah selesai ngewe sama Ifan.
Ifanpun sudah mulai bangkit lagu nafsunya dan menghampiri Ela yang masih terengap-engap. Dia menelentangkan mia dan langsung mengenyot susu mia.
“ Nanti dulu Pul ya rehat bentar, aku masih lemes” kata Ela.
“ Kamu istirahat dulu aja, aku mau nenen susumu, udah lama aku pengen nenen susumu” kata Ifan.
Nafsukupun mulai membara lagi, kubaringkanlah Yana dan ku tindih sambil ku cium bibirnya. Dan kulihat Zackypun sedang menjilati dubur Yani.
“ Zacky… enak sayang terus jilat duburku” ucap yani kepada Zacky.
Kontolkupun sudah mulai bangkit dan ngaceng banget.
“ Bar, jilatin susu aku dong, jangan kamu anggurin begini” kata Yana sambil memegang susunya dan mengarahkan kearah mulutku. Kukenyotlah susu Yana.
“ Ahhhhgss… Ahhhhgss… Ahhhhgss… teruss kenyot toket aku bar, enak sekali …uhhhh” ucap yani kenikmatan.
Yanapun mengarahkan tanganku ke memeknya. Aku kobel-kobel memeknya dan dia tambah meracau.
“ Uhhhhhhh….ahhhhhhh….. terus enak bangett oohhh” desah yana. Kubaringkanlah badanku kekasur dan Yanapun mengerti maksudku yang ingin posisi 69. Memeknya sudah sangat merah mungkin karena sudah 2 kontol yang masuk ke memeknya.
Kulihat Ifan dan Ela sedang ngewe dengan posisi women on top. Elapun merem melek menikmati posisinya yang seperti joki yang sedang mengendarai kuda.
“aahhhh aaahhh uuhhh enak” lenguh Ela.
Kulihat Zacky sedang berusaha memasukan kontolnya ke dubur Yani. Ela yang menghadap kearahku mengcungkan jempol kanan nya. Mungkin maksudnya enak. Kusudahi 69 ku dengan Yana. Kontolku ku arahkan ke memek YAna.
“Sayang, aku ingin nyoba kaya Ela dong, Aku di atas ya ” kata Yana.
Akupun telentang dan YAna menunggangiku lalu memegang kontolku, dan,
“Bleesssss…. Aaaaaahhhhh ” lenguh kami berdua.
Yanapun bergelonjotan Seperti Ela dengan Zacky tadi.
“ Ohhh sayang memekmu enak bangettt ooh” racauku.
Yana seperti kesetanan menggenjot tubuhnya ke atas ke bawah. Ku angkat tubuhku dan ku kenyot susunya serta ku tinggalkan noda cupang di susunya. 20 menit kemudian Yanapun orgasme,
“ ooohhh syaaaangggg ” Yana menggigit bahuku.
Lalu dia ambruk ke bawah. Kulihat Zacky dan Yani serta Ifan dan Ela pun sudah orgasme, tinggal aku yang belum. Lalu akupun menghampiri Ela.
“ Sayang kamu kuat banget,belum keluar ya? Sini aku sepongin”. Elapun menyepong kontolku, lalu Yani menghampiri dan menjilat putting dadaku.
“ Enak gak kak Bar?” kata Yani
“Enak bangeettt yan geli banget tapi nikmat” jawabku.
“Gila lu Bro, kuat banget lu” singgah Zacky. Selang 10 menit Kemudian kurasakan air maniku akan keluar,
“ Aaahhhhhhhhhhh… aku mau keluar ” teriaku.
Tak disangka Yana menghampiriku dan menungging.
“ Sini Bar masukin ke memek ku pejuh kamu, kan Tadi kamu belum keluarin di memeku” ucap Yana.
Akupun lalu menancapkan kontolku ke memek Yanai dan tak lama kemudian aku keluarkan
kememek yana.Setelah kami puas, kami berenampun terkulai lemas dan tidur bugil bersamaan.
Pagi harinya setelah kami terbangun, adacsedikit perasaan marah, tapi mau gimana lagi itu sudah jadi kesepakatan kami dan harus kuthan karena kita sama-sama enak. Demikianlah cerita bertukar pasangan yang sungguh ini pengalaman paling berharga dan memuaskan.

Dosenku Butuh Belaian Hangat

Dosenku Butuh Belaian Hangat
'
Kisah Nyata - kali ini menceritakan pengalaman sexs pribadi dari mahasiswa yang berhubungan sex dengan dosen bahsa jepangnya . Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.
Perkenalkan Namaku Very, aku sekarang tinggal di Yogyakarta dengan fasilitas yang sangat baik. Kupikir aku cukup beruntung bisa bekerja sambil kuliah sehingga aku mempunyai penghasilan tinggi. Suatu hari terjadilah hubungun sex antara aku dengan dosen wanitaku, kisah ini terjadi saat aku menjalani masa kuliah. Saya akan menceritakan tentang pengalaman pribdi cerita dewasa dan cerita sex ku dengan dosen wanita di kampusku. Dia dosen yng mengajar mata kuliah bahasa jepang. Sejalan dengan waktu, kini aku bisa kuliah di universitas keinginanku.
Berawal dari reuni SMA di Jakarta. Ketika itu aku bertemu dengan dosen bahasa Jepangku , kami mengobrol dengan akrabnya. Dia bernama Ibu Anis. Dia terlihat masih segar bugar dan sangat menggoda. Penampilannya sungguh menakjubkan, memakai rok mini yang ketat, kaos tank top sehingga lekuk tubuhnya nampak begitu jelas untuk dinikmati. Jelas saja dia masih muda sebab sewaktu aku SMA dulu dia adalah guru termuda yang mengajar di sekolah kami. Sekolahku itu cuma terdiri dari dua kelas, kebanyakan siswanya adalah cewek. Lumayan lama aku ngobrol dengan Ibu Anis, kami rupanya tidak sadar waktu berjalan dengan cepat sehingga para undangan harus pulang. Lalu kami pun berjalan munuju ke pintu gerbang sambil menyusuri ruang kelas tempatku belajar waktu SMA dulu.
Tidk disangka tas Ibu Anis ternyta tertinggal di dalam kelas sehinga kami terpaksa kembali ke kelas. Waktu itu kira-kira hampir jam 11 malam, tinggalah disitu kami berdua dan lampu-lampu di tengah lapangan saja yang tersisa. Sesampainya di kelas, Ibu Anis pun mengambil tasnya kemudian aku teringat akan masa lalu bagaimana rasanya di kelas bersama dengan teman-teman. Lamunanku buyar ketika Ibu Anis memanggilku.
“ Ver…. kamu kenapa kog ngelamun ???”
“ Wah… nggak kog buk, saya nggak ngelamun”, jawabku.
Sebenarnya suasana hening didalam kelas membuat hasratku bergejolak ditambah lagi ada bu Anis disampingku, itu membuat jantungku berdebar-debar nggk karuan.hhe
.
“ Pulang yuk ver, nanti Ibu kehabisan angkutan lagi ”, Ujar bu Anis.
“ Udah nggk usah bingung buk, ibuk mendingan saya antar saja dengan mobil saya”, ujarku
dengan ragu-ragu.
“ boleh deh Ver, Terima kasih ya ver”. Jawabnya kepadaku.
Dengan tidak sengaja aku keceplosan mengutarakan isi hatiku kepada Ibu Anis bahwa aku suka kepadanya, Oh my God what i’m doing (ucap dalam hatiku).
Ibu Anis-pun sejenk terdiam dan langsung keluar dari ruang kelas. Aku panik takut dia marah , kemudian aku mengejarnya dan berusaha minta maaf.
Omong punya omong Ibu Anis ternyata sudah cerai dengan suaminya yang bule itu, katanya suaminya pulang ke negaranya. Aku tertegun dengan pernyataan Ibu Anis. Kami berhenti sejenak di depan kantornya lalu Ibu Anis mengeluarkan kunci dan masuk ke kantornya, Akupun tmbah tidak mengerti dan penasaran untuk apa dia masuk ke dalam kantornya malam-malam begini. Akupun semakin penasaran lalu masuk dan bermaksud mengajaknya pulang tapi Ibu Anis menolak. Mau tidak mau aku menunggunya karena saya merasa tidak enak, lalu akupun merangkul Ibu Anis, aku mengira dia kan marah ternyata tidak kusangka di membalas rangkulanku dengan sautu ciuman. Astaga… Betapa senang dan beruntungnya aku ini ( ucap dalam batinku), lalu dengan cepat aku menciumnya dengan segala kegairahanku yang terpendam. Ternyata Ibu Anis tak mau kalah, diapun menciumku dengan hasrat yang sangat besar , nampknya dia sudah lma tidak terjamah oleh kehangatan seorang pria.
Kemudian akupun mulai menyusuri kearah dadanya yang terlihat kecil dan kenyal itu. Ibu Anis-pun terengah sehingga ciuman kami bertambah panas kemudian terjadi pergumulan yang sangat seru. Ibu Anis mulai memainkan tangannya ke arah batang kemaluanku sehingga aku sangat terangsang. Lalu aku meminta Ibu Anis membuka bajunya, satu persatu kancing bajunya dibukanya dengan lembut, kutatap dengan penuh hasrat. Ternyata dugaanku salah, dadanya yang kusangka kecil ternyata setelah dibuka BH-nya payudara Ibu Anis amat besar dan indah, BH-nya berwarna hitam dengn motif renda yang cocok sekali dikenakan dan terlihat seksi.
Dengan keadaan Ibu Anis yang setengah telanjang akupun tidak sabar lagi dan langsung kuciumi lehernya, aku tidak mau langsung menelanjanginya, sehingga perlahan-lahan kunikmati keindahan tubuhnya.
Lalu aku pun membuka bajuku, sehingga terlihatlah badanku yang tegap dan atletis oleh Ibu Anis.
“ Ver, Ibu pingin banget bercinta denganmu sekarang, tutup pintunya dulu dong”, bisiknya dengan nafas yang mulai tidak teratur.
Tanpa pikir panjang akupun secepat kilat segera menutup pintu depan. Tentu saja agar keadaan aman dan terkendali. Setelah itu aku kembali menghmpiri Ibu Anis. Posisiku kini jongkok di depannya, dengan menyibak rok mininya dan merenggangkan kedua kakinya. Wowwww…. betapa mulus kedua pahanya. Pangkalnya tampak menggunduk dibungkus celana dalam warna hitam yang amat minim dan sexy.
Sambil mencium pahanya tanganku mulai menyususri pangkal pahanya, mulailah kuremas-remas liang senggamanya dan klitorisnya menggemskan itu. Lidahku makin naik ke atas. Ibu Anis menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Sampailah jilatanku ke pangkal pahanya yng mulus itu.
“ Ssshh… sshh kmu mau ngapain ver… Eghhhhhh…”, tanyanya lirih sambil mendesah dan memegangi kapalaku erat-erat.
“Ouhoo… ouh.. ouh… aghhhh… ”, desis Ibu Anis keenakan ketika lidahku mulai bermain-main di gundukan liang kenikmatannya.
Tampak dia keenakan meski masih dibatasi celana dalam.
Serangan pun kutingkatkan. Celananya kulepaskan. Sekarang perangkat rahasia miliknya berada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tidak begitu lebat. Lidahku kemudian bermain di bibir kemaluannya. Pelan-pelan mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Ibu Anis makin keenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya.
“ Uhhhhh….Aahh….. Enak sekali ver, terus ver… Belajar dari mana kamu ahhhh…”
Tanpa sungkan-sungkan Ibu Anis mencium bibirku. Lalu tangannya menyentuh celanaku yang menonjol akibat batang kemaluanku yang ereksi maksimal, meremas-remasnya beberapa saat. Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya. Lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersendak. Semula Ibu Anis seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan. Mulutku seperti melekat di mulutnya.
“ Ahhhhhh… kamu pengalaman sekali Ver… Sama siapa? Pacarmu?”, tanyanya diantara kecipak ciuman yang membara dan mulai liar.
Akupun tak menjawab. Tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya yang tampak menggairahkan itu. Biar tidak merepotkanku, BH-nya kulepas. Kini dia telanjang dada. Tak puas, segera kupelorotkan rok mininya. Nah kini dia telanjang bulat. Betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang dan putih mulus.
“ Kamu juga harus telanjang juga dong ver, nggak adil kalu Cuma ibu yng telanjang…” Ibu Anis pun melucuti kaos, celanaku, dan terakhir celana dalamku.
Batang kemaluanku yang tegak penuh segera diremas-remasnya. Tanpa dikomando kami rebah di atas ranjang, berguling-guling, saling menindih. Aku menunduk ke selangkangannya, mencari pangkal kenikmatan miliknya. Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah itu dengan liar. Ibu Kamu juga harus telanjang mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Hampir lima menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya aku merangkak naik. Menyorongkan batang kemaluanku ke mulutnya.
“ Sepongin titit aku buk, gantian dong..” Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan batang kemaluanku ke mulutnya yang mungil.
Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama batang kemaluanku masuk ke rongga mulutnya.
“ Selama ini sama suami main seksnya gimana emangnya buk?”, tanyaku sambil menciumi payudaranya.
Ibu Anis-pun tak menjawab. Dia malah mencium bibirku dengan penuh gairah. Tanganku pun secara bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal dan selangkangannya yang mulai basah. Aku tahu, perempuan itu sudah kepengin disetubuhi. Namun aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri. Tetapi lama-lama aku tidak tahan juga, batang kemaluanku pun sudah ingin segera menggenjot liang kenikmatannya. Pelan-pelan aku mengarahkan barangku yang kaku dan keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulai menembus liang kenikmatannya, kurasakan tubuh Ibu Anis agak gemetar.
“ Aghhhhh….Oghhhhhh…”, desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kemaluanku masuk ke liang kenikmatannya.
Setelah seluruh barangku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya. Aku makin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil, lenguhan serta kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang.
Tidak lama setelah 5 menit kugenjot memeknya, Ibu Anis menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan, nampaknya dia akan orgasme. Genjotan batang kemaluankupun kutingkatkan dengan high speed.
“ Ouhhh… ahhhh… ehmm… ssshh…”, desahnya dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya.
Kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat. Kuciumi pipi, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat.
“ Sekarang Ibu Anis berbalik. Menungging di atas meja.., sekarang kita main dong di atas meja ok!” Aku mengatur badannya dan Ibu Anis-pun menurutiku.
“ Gaya apa lagi ini V???”, tanyanya padaku.
Setelah siap aku pun mulai menggenjot dan menggoyang tubuhnya dari belakang. Ibu Anis kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, yang mungkin selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya. Setelah dia orgasme sampai dua kali, kami istirahat.
“ Masih kuat nggk buk ?”, tanyaku padanya .
“ Aneh-aneh saja kamu ini Ver, Rasanya tulang ibu sampai mau remuk.. hhe”.
“ Tapi nikmatkan Bu..”, jawabku sambil kembali meremas payudaranya yang menggemaskan.
“ Iya sih ver nikmat banget” jawbnya padaku.
“ Sekali lagi yuk buk, aku pingin keluarin spermaku ke memek ibu dong, udah nggak tahan lagi batang kemaluanku nih buk. Sekarang Ibu Anis yang di atas ya”, kataku sambil mengatur posisinya.
kemudian aku terletang dan dia menduduki pinggangku. Tangannya kubimbing agar memegang batang kemaluanku masuk ke selangkangannya. Setelah masuk tubuhnya kunaik-turunkan seirama genjotanku dari bawah. Ibu Anis tersentak-sentak mengikuti irama goyanganku yang makin lama kian cepat. Payudaranya yang ikut bergoyang-goyang menambah gairah nafsuku. Apalagi diiringi dengan lenguhan dan jeritannya saat menjelang orgasme. Ketika dia mencapai orgasme aku belum apa-apa. akupun segera merubah ke gaya konvensional. Ibu Anis kurebahkan dan aku menembaknya dari atas. Mendekati klimaks aku meningkatkan frekuensi dan kecepatan genjotan batang kemaluanku.
“ Uhhhhhhhhhh……, aku mau keluar nih aghhhhh….” Tak lama kemudian spermaku muncrat di dalam liang kenikmatannya.
Tidak lam kemudian Ibu Anis menyusul dan mencapai klimaksnya. Kami berpelukan erat. Kurasakan liang kenikmatannya begitu hangat menjepit batang kemaluanku. Lima menit lebih kami dalam posisi rileks seperti itu.
Kami berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi. Seperti tak puas-puas merasakan kenikmatan beruntun yang baru saja kami rasakan. Setelah itu kami bangun di pagi hari, kami pergi mencari sarapan dan bercakap-cakap kembali. Ibu Anis harus pergi mengajar hari itu dan sorenya baru bisa kujemput. Sore haripun telah tiba, kujemputlh Ibu Anis dengan mobilku. Kita makan di mall dan kami pun beranjak pulang menuju tempat parkir. Di tempat parkir itulah kami beraksi kembali, aku mulai menciumi lehernya. Ibu Anis mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya. Nafas Ibu Anis makin terengah, dan tanganku pun masuk di antara kedua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.
“ Ahhhhhhh…Uuuhh.., mmmhh..”, Ibu Anis menggelinjang, tapi gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun membuka dengan paksa baju dan rok mininya.
Aaahh..! Ibu Shinta dengan posisi yang menantang di jok belakang dengan memakai BH merah dan CD merah. Aku segera mencium puting susunya yang besar dan masih terbungkus dengan BH-nya yang seksi, berganti-ganti kiri dan kanan. Tangan Ibu Shinta mengelus bagian belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tidak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan nampaklah bukit kemaluannya.
Akupun segera membenamkan kepalaku ke tengah ke dua pahanya.
“ Eghhhhh…, mmmhh..”. Tangan Ibu Anis meremas jok mobilku dan pinggulnya bergetar ketika bibir kemaluannya kucumbui.
Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan menjilatinya dengan perlahan.
“ Oghhhhhh.., aduuuhh..”. Ibu Anis mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.
Mulailah lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku membelai klitorisnya yang membuat tubuh Ibu Shinta terlonjak dan nafas Ibu Anis seakan tersendak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya membesar dan mengeras. Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Ibu Shinta tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Ibu Shinta.
“ Aghhhh…. Mmmhh…, mmmhh.., ooohhm..”. Ketika Ibu Anis membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku, kini iapun mulai menyedot.
Tanganku bergantian meremas dadanya dan membelai kemaluannya.
“ Oughhhhh… bukkkk.., enaaaak.., teruuuss…”, erangku.
Ibu Anis terus mengisap batang kemaluanku sambil tangannya mengusap liang kenikmatannya yang juga telah banjir karena terangsang menyaksikan batang kemaluanku yang begitu besar dan perkasa baginya. Hampir 20 menit dia menghisap batang kemaluanku dan tak lama terasa sekali sesuatu di dalamnya ingin meloncat ke luar.
“ Ibu Anis.., ooohh.., enaaak.., teruuus”, teriakku.
Dia mengerti kalau aku mau keluar, maka dia memperkuat hisapannya dan sambil menekan liang kenikmatannya, aku lihat dia mengejang dan matanya terpejam, lalu..,
“ Crotttttttttttt.., suuurr.., ssuuur.. Oughh.., ver.., nikmat..”, erangnya tertahan karena mulutnya tersumpal oleh batang kemaluanku.
Dan karena hisapannya terlalu kuat akhirnya aku juga tidak kuat menahan ledakan dan sambil kutahan kepalanya, kusemburkan maniku ke dalam mulutnya,
“ Crooot.., croott.., crooot..”, banyak sekali maniku yang tumpah di dalam mulutnya.
“ Aghhhhhh… ooough”, ujarku puas. Aku masih belum merasa lemas dan masih mampu lagi, akupun naik ke atas tubuh Ibu Shinta dan bibirku melumat bibirnya.
Aroma kemaluanku ada di mulutnya dan aroma kemaluan Ibu Anis di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit. Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Ibu Shinta, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Ibu Shinta menekan pantatku dari belakang.
“ Oughhhhh, masuk.., aughhhhhhh.., masukin”
Perlahan kemaluanku mulai menyeruak masuk ke liang kemaluannya dan Ibu Anis semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku terasa tertahan oleh sesuatu yang kenyal. Dengan satu hentakan, tembuslah halangan itu. Ibu Shinta memekik kecil. Aku menekan lebih dalam lagi dan mulutnya mulai menceracau,
“ Auwwww., ssshhhh.., iya.., terus.., mmmhh.., aduhhh.., enak.., Ver”
Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Ibu Anis, lalu membalikkan kedua tubuh kami sehingga Ibu Anis sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak kemaluanku menancap hingga pangkal di kemaluannya. Tanpa perlu diajari, Ibu Anis segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku bergantian meremas dan menggosok payudaranya, klitoris dan pinggulnya, dan kamipun berlomba mencapai puncak.
Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Ibu Anis makin menggila dan iapun membungkukkan tubuhnya dengan bibir kami saling melumat. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya berhenti menyentak. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku. Setelah tubuh Ibu Anis melemas, aku mendorongnya hingga telentang, dan sambil menindihnya, aku mengejar puncak orgasmeku sendiri.
Ketika aku mencapai klimaks, Ibu Anis tentu merasakan siraman air maniku di liang kenikmatannya, dan iapun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua. Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.

Sunday, December 4, 2016

Ngeseks Sama Ibu Kost-Ku yang Bohay

Ngeseks Sama Ibu Kost-Ku yang Bohay

Kisah Nakal - Namaku Kevin aku sekarang berusian 21 tahun, aku mempunyai kebiasaan ngelantur diwaktu tidur dan kebiasaan itu sampai saat ini belum bisa sembuh. Sejak aku SMA aku sangat sulit sekali dibangunkan dipagi hari, apalagi jamk sekolahku selama kelas 1 dan kelas 2 selalu siang hari. Ini juga yang membuat aku menjadi kebiasaan sewaktu mulai kuliah.

Waktu aku menginjak kota Bandung pertama kali, udara dingin kota itu benar-benar membuatku masih terbuai mimpi meski sudah terang. Aku kuliah di salah satu PTS yang hampir semua kegiatannya di waktu sore hari, sehingga bagiku hidup dengan tertidur lelap di pagi hari cerah merupakan kebiasaan. Kawan-kawan satu kost-ku biasanya sudah sunyi waktu aku bangun untuk sarapan dan mandi, tapi kebiasaanku adalah sarapan sambil nonton TV, kemudian baru mandi.
Ibu kosku yang binal, bohay dan baik hati, tak jarang sengaja menyiapkan secangkir kopi atau kue untukku sarapan, atau semangkuk mie rebus hangat. Aku termasuk anak kos kesayangnya, karena bila pagi hari rumah kost itu kosong dan akulah yang menemaninya mengurus segala sesuatu, menyapu, masak, atau apa saja. Walau aku suka tidur ngelantur, tapi aku termasuk anak yang rajin kerja di rumah. Ibukosku ini masih terlihat muda dan menggairahkan, tetapi dia sudah janda. Dia hanya punya satu orang anak dan sudah bekerja di Kalimantan. Tentuny, dia hanya seorang diri di rumah. Walaupun Ibu kosku janda namun kecantikannya tetap Selalu dia pelihara, sehingga di usianya yang mendekati kepala lima ia masih tetap cantik dan kencang.
Pada suatu hari aku nonton film bokep pinjaman dari temanku. Di rumah rupanya seperti biasa hanya aku saja lagi yang merupakan penghuninya. Aku ke kamar kecil sebentar, lalu memutar film itu di VCD komputerku. Karena asyiknya, melihat adegan yang panas aku tidak tahan, aku melucuti satu-satu pakaianku, tinggal CD-ku saja yang bertahan, itupun cuma sebentar, lalu kupelorotkan hingga ke paha. Aku merasa penisku menghentak-hentak minta dikeluarkan. Aku nonton dengan mata setengah membuka, sambil berbaring kuelus-elus penisku yang makin tegak. Gerakan tanganku sudah menjadi cepat, ah… aku nggak tahan lagi, lalu aku kocok terus dan terus, kugigit selimut untuk menahan jeritan nikmat yang benar-benar menyelimuti pagi yang indah itu “ ahhhhhhhhhhhhhhhh…. crot…crot…crottt ”. Sesaat kemudian keluarlah air maniku, dengan menghela nafas dan sambil kusemprotkan air mani ke dadaku.aku merasa tubuhku ringan, lalu aku merasa ngantuk dan terlelap.
Aku tersentak kaget, aku merasa pahaku ada yang mengelus-elus, astagaa…. ternyata Ibukosku sudah ada di dalam kamarku. Ketik Itu dia menggunakan gaun putih yang tipis dan longgar. Kuhirup bau segar parfumnya yang menawan. Aku buru-buru bangkit menarik CD yang kupelorotkan, air maniku meleleh ke sprei, nggak kupedulikan. Ibu koskupun kemudian menatap mataku, tampak sekali bergelora birahi Ibu kosku yang bergejolak di balik pandangannya itu.kemudian Tangannya meraih tanganku,
“ Vin, Ibu minta maaf ya masuk kamarmu tanpa mengetuk, abis tadi Ibu lihat pintu kamarmu nggak dikunci. Ibu bawa sarapan nih buwat kamu, Tante lihat kamu lelap kayak gitu tadi,” Ujarnya sambil mengelus pahaku kembali.
Akupun salah tingkah ketika Mata Ibu kosku melirik VCD-ku yang ternyata masih memainkan film Bokep itu. Adegan demi adegan diawasinya, sambil tangannya meremas bahuku. Dielusnya tanganku sambil menarikku duduk di kasur. Kurasakan getaran halus lewat jari-jarinya, menahan gelora nafsunya yang membahana. Aku mulai aktif dan terbakar suasana. Kupeluk ia dari belakang, lalu kuhembuskan nafasku ke tengkuknya. Ia menggeliat dan menjadi lebih beringas. Tubuhnya berbalik. Dibalasnya hembusan nafasku dengan ciuman lembut. Kedua tangannya dengan liar menelusuri pinggulku, perutku, lalu puting susu di dadaku.
“ Vin, Ibu mau gituan… kamu mau nggk sam Ibuk…” katanya penuh harap dn nafsu.
tanpa menuju jawabku tiba2 dia menarik CD-ku sampai tuntas, lalu dengan lembut mengelus rambut kemaluanku, penisku yang masih terkulai lemas diremasnya dengan lembut pula. Aku menggelinjang kegelian, tapi tangan tante lebih dahulu menekan tanganku, seakan isyarat agar aku menurut. Akupun memejamkan mata. Nafasku bergemuruh tidak karuan, kemudian tubuh kami terhempas di kasur. Ibu kosku kemudian mengulum buah zakarku, sambil sesekali mencium penisku. Aku hanya dapat menahan nafas, sambil mengerang penuh nikmat. Kemudian lidahnya dengan liar menjilat penisku yang sudah tegak, sambil sesekali mengulum dan menyedotnya penuh gairah. Aku benar-benar sudah siap laga, ketika ia kemudian merebahkan tubuhnya di sampingku.
Kemudian kubukalah gaun Ibu kosku yang longgar, kemudian BH dan CD-nya. Dia dan aku sudah sama-sama bugil. Aku mengambil posisi di atas, untuk memulainya. Pelan kupeluk badannya, lalu kubelai rambutnya yang mulai beruban itu. Kuciumi leher dan kupingnya, ia menggelinjang kegelian. Nampak, bulu lengannya merebak menahan rasa itu, tapi mulutnya hanya mengerang. Lalu, bagian leher bawahnya kujilat lembut, sambil sesekali jenggotku yang habis dicukur kemarin kugesekkan. Badan tante kemudian menggeliat lebih liar, sambil mendesahkan kata-kata yang tidak jelas.
Aksiku kulanjutkan dengan memainkan puting susunya yang menegang, sambil kujilat dan kuhisap perlahan.
“ Ughhhhhh….. aghhhhhhh……Vin ayooooooo….. !!!” Ujar ibu kos kepadaku.
Akupun tidak memperdulikan ucpanya. Aku lanjutkan menelusuri dn menjilati terus semua titik rangsangnya. Sampailah kemudian wajahku tepat berada di selangkangannya yang mulai berpeluh. Kubelai liang vaginanya dengn lidahku, Kulanjutkan membuka klitorisnya dengan lembut, kemudian tanganku membelai perlahan klitorisnya yang sudah mulai basah itu berkali-kali. Kakinya kemudian menekuk dan mengangkat pinggulnya. Dimainkannya pinggulnya dengan goyangan yang berirama. Lidahku kemudian beraksi, menjilat bagian labia minora-nya, lalu naik hingga klitorisnya. Kulihat klitoris itu sudah menonjol kemerahan. Lalu, aku mengangkat pinggulnya, dan kumasukkan penisku perlahan, sambil kugoyang maju-mundur. Ibu kosku mengerang kenikmatan dengan tangan memegang erat pinggir kasur.
“ Ughhhhhh…… enak Vin terus jangan berhenti…!” Erang dan pintanya padaku sembari menggoyang badannya.
Aku membalikan badanya sehingg dia berposisi tengkurap, lalu dengan sigap kuhentakkan pinggulku sehingga penisku menghujam dalam, ke vaginanya.
“ Ughhhhhhh…. ssssaghhhhhhhh…. Aow…. ughhhhhh… nikmat sekali Vin penis kmu,” katanya sambil memelukku erat penuh birahi.
Kemudian kucium dan kujilati Leher dan puting susunya secar terus menerus.
“ Ssssaghhhhhh……ughhhhhh….. terus Vin , Ibuk sudah hampir orgasme nih,” Ujarnya sambil mendesah tak karuan.
Semakin kuhentkan gerakan pinggulku dengan kecepatan tinggi. Keringatkupin mulai bercucuran, begitu pula dengan Ibu kosku. Rupanya Dia sudah Orgasme ketika tiba-tiba Ibu kosku memeluk dengan tangan dan kakinya erat-erat sehingga aku tidak dapat bergerak sama sekali. Di mulutnya hanya suara desah puas selama beberapa saat. Kemudian pelukannya mengendur. Ibu koskupun terlihat lemas.
Akupun masih meneruskan gerakanku dengan menyodok, mengeluar masukan Penisku ke Vagina Ibu kosku, karena aku belum Orgasme juga. Kutarik perlahan penisku yang masih menegang. Kulihat penisku berkilat-kilat karena lumasan vagina Ibu kosku. Kubuka selangkangannya, Dia mengerang dan menggelinjangkan pantatnya ketika vaginanya kuraba lagi. Kurangsang Ibu kosku agar aku dapat mencapai orgasme. Lidahku beraksi, kugapai labia minora-nya lalu kujilat habis bagian itu, bahkan maniku yang meleleh di situ kujilat sampai habis. Lalu, klitorisnya yang sudah memerah itu kusedot perlahan,
“ Sssssssssssss… Aghhhhhh…… ahhhhhhh…..” Ibu kosku memekik lirih.
Badannya yang mulai menggelinjang itu kemudian kutelungkupkan. Kunaiki pantatnya, lalu kutekankan penisku ke vaginanya. Kemudian terasa suatu sensasi di penisku, karena Ibu kosku menutup rapat kakinya. Tanganku kemudian memeluknya dari belakang, lalu aku menciumi tengkuknya yang wangi. Tanganku terus memainkan putingnya yang mengeras itu sambil kugoyang pinggulku, perlahan mula-mula, dan kemudian kemudian makin cepat.
“ uhhhhhhhh…. terus Vin, Ibuk hampir klimaks lagi nih,” ujarnya padaku berbisik pelan.
Akupun tidak dapat menyahut. Nafasku memburu, karena nafsuku mulai memuncak. Kurasakan nikmat menyelimutiku sampai habis, lalu kurasakan maniku seakan-akan sudah menghentak-hentak hendak keluar.
“ ssshhhhhhhhhhhh…..aghhhhhhhh…. Buk… Kevin mau keluar nih, keluarin dimana buk, dalem apa luar ” erang dan Bisiku pada Ibu kosku.
“ ahhhhhhhhhh…… ssssshhhhhhhhh…. terserh kamu Vin, ahhhhhh….. “ jawbnya sambil mengerang nikmat.
Sembari Ibu kosku menggigit bibirnya sendiri, nampaknya kurasakan dengan beberapa kali hentakan lagi, aku akan merasakan suatu sensasi baru, yaitu kenikmatan yang sangat panjang, dan,
“ ahhhhhhhhhhhhhhhhhh….. Crot… croot… crooot…” terasa maniku menyemprot deras ke dalam vagina Ibu kosku, Sembari masih menancap penisku kedalam vagina Ibu kosku tanganku memeluknya dengan erat.
Aku hanya dapat mengerang penuh nikmat surgawi. Akupun terkulai lemas di atas badan Ibu kosku, lalu aku Ibu kosku terlelap beberapa saat.
Setelah terlelap beberapa saat, Ibu kosku bangkit dan mengenakan kembali pakaiannya. Kurasakan Ibu kosku memeluk dan menciumku mesra sekali. Disekanya keringatku yang meleleh, lalu diselimutinya badanku yang masih telanjang. Pergulatan diatas ranjang yang kulakukan dengan Ibu kosku itu memporak-porandakan kasurku, tapi aku kini merasa tidak sendiri dalam menikmati dunia ini. Tante Mery, di pagi hari selalu siap mengantarkan sarapanku, dan jika sewktu-waktu dia memerlukan kehangatan diriku, aku Kevin budk sexnya, selalu ada di sampingnya dan siap untuk melayani gairh sexnya.